Tiga Klaster Covid-19 Mengintai Banggai

Luwukpost.id -
Nurmasita Datu Adam
Nurmasita Datu Adam

LUWUK, LUWUK POST—Kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Banggai benar-benar mengkhawatirkan.

Setelah klaster PT Panca Amara Utama mereda, kini muncul lagi kasus terkonfirmasi positif.

Otoritas kesehatan Kabupaten Banggai mengelompokkan kasus terkonfirmasi positif ini dalam tiga klaster, yakni perkantoran, fasilitas kesehatan, dan pasar.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Nurmasita Datu Adam, yang dikonfirmasi menjelaskan, bahwa Kabupaten Banggai mencatat 14 kasus suspek.

“Tiga di antara (kasus suspek) masih diisolasi di Rumah Sakit Umum Luwuk. Sementara lainnya, isolasi mandiri di rumahnya masing–masing,” katanya, Kamis sore (1/10).

Ia juga melaporkan, dua kasus suspek di rumah sakit naik menjadi positif, sementara satu lainnya discarded.

Per hari ini, kasus terkonfirmasi positif bertambah enam kasus. Enam kasus ini tercatat sebagai klaster perkantoran, fasilitas kesehatan, dan klaster pasar. “(Sudah terbentuk) tiga klaster itu,” katanya tanpa merinci berapa masing-masing kasus untuk satu klaster.

Dengan status Kabupaten Banggai sebagai daerah transmisi lokal, Nurmasita, menyerukan seluruh masyarakat Luwuk dan Kabupaten Banggai agar makin mengetatkan protokol kesehatan.

Tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, dan kalau pun terpaksa harus keluar rumah, maka selalu patuhi prokes 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan.

Ia juga mengingatkan kepada para lansia dan anak–anak agar berdiam diri dalam rumah.

Apalagi, bagi penderita penyakit komorbid, penyakit bawaan yang rentan tertular. “Mereka harus dijaga ketat. Di rumah saja,” tegasnya.

Nur menjelaskan, untuk enam kasus terkonfirmasi positif tersebut, sudah dilakukan tracing dan penyemprotan disinfektan.

Tetapi, untuk klaster pasar masih sementara disiapkan. “Klaster pasar akan dilaksanakan rapid test dan disinfeksi, karena ini (mencakup) banyak orang,” katanya.

Namun ia memastikan untuk kontak erat dengan klaster pasar sudah dilakukan tracing. Sudah diambil swab, bagi yang hasil rapid testnya reaktif, sampel tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Palu.

“Rabu kemarin ada sekitar 44 sampel swab yang dikirim ke laboratorium kesehatan Palu. 44 sampel swab (satu orang bisa dua sampel-red) itu untuk tracing 25 orang,” tegasnya.

Ia menegaskan pemerintah Kabupaten Banggai sudah menaati surat edaran Gubernur, yang mewajibkan surat keterangan bebas Covid-19 melalui pemeriksaan swab bagu para pelaku perjalanan yang tiba di Luwuk.

“Yang tiba di Luwuk wajib memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19,” katanya.

Pemeriksaan dan pemantauan juga dilakukan di pintu–pintu masuk Kabupaten Banggai.

Di Kota Luwuk, misalnya, pemantauan dilakukan bagi pelaku perjalanan yang menggunakan kapal Tilongkabila.

“Jam enam tadi pagi, saat Tilongkabila merapat di Pelabuhan Lalong dilakukan pemantauan dan pendataan,“ katanya.

Ada sekira 70 orang pelaku perjalanan yang dipantau, baik yang pergi maupun tiba.

Pemantaun tersebut melibatkan Puskesmas Kampung Baru, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. “Hari Minggu nanti, saat Tilongkabila dari Gorontalo berlabuh akan kembali dilakukan pemantauan,” katanya.

Data Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Banggai, per 1 Oktober 2020 menyebutkan, Kasus suspek 14 orang, kasus probable nol,  dan kasus discarded 1 kasus.

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sebanyak 43 orang. Rinciannya 6 kasus baru (2 dirawat di RS, 4 isolasi mandiri), 1 kasus lama (dirawat di RS),  35 sembuh, dan 1 meninggal. (ris)