![KAMPUNG CINA: Ruas jalan dari rumah jabatan wakil bupati Banggai Laut yang mengarah di Pelabuhan Rakyat Banggai. Kawasan ini dahulu dikenal dengan sebutan Kampung Cina. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/10_BALUT_KOTA-LAMA-300x160.jpg)
“Dulu di kantor polisi itu ada bangunan lama. Ada meriam, tapi sudah dibawa ke Manado,” kata Juru Perihara BPCB Gorontalo itu.
Yang dimaksud Muhlis adalah kantor Polsek Banggai saat ini. Ketika Kabupaten Banggai Laut masih di wilayah administratif Kabupaten Banggai, Polsek dibangun. “Kontraktor datang lahan tidak ada, jadi pakai yang sudah ada,” jelas Muhlis yang setiap harinya berjaga di Keraton Kerajaan Banggai.
Selain Polsek, eks ruang pertemuan yang kini berdiri gedung balai pertemuan umum tiga lantai, juga merupakan bangunan lama. Sekitar tahun 1999 kantor Camat Banggai dibangun di bagian depan. “Yang pertama itu ruang pertemuan, lalu dibangun kantor camat di depannya. Sekarang gedung BPU itu,” tuturnya.
Gedung balai pertemuan umum tiga lantai, itu dibangun pada tahun anggaran 2019, yang hingga saat ini belum tuntas. Saat itu, kantor Bappeda, ruang pertemuan lama, dan kantor Camat Banggai dibongkar total oleh Dinas PUPR Kabupaten Banggai Laut. “Dari keraton ini tidak kelihatan view laut lagi, karena terhalang gedung BPU yang baru itu,” katanya.
Tidak hanya balai pertemuan umum, lewat Dinas PUPR pemerintah Kabupaten Banggai Laut juga membangun rumah jabatan sekretaris daerah dan rumah jabatan wakil bupati. Keduanya menghalangi pandangan ke laut dari atas Keraton Kerajaan Banggai.
Selain kantor Polsek dan eks ruang pertemuan lama, sejumlah bangunan kuno tak terurus. Salah satunya tugu penanda Kerajaan Banggai bergabung bersama NKRI. Kemudian Gudang Panjang di Pelabuhan Rakyat Banggai kini tak menyisakan jejak lagi setelah dilalap api beberapa tahun lalu.
Adapun rumah Jogugu, kini menjadi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Bagian belakang rumah Jogugu itu telah drenovasi.
Salah seorang warga Banggai, Bahri, mengakui, dari Keraton Kerajaan Banggai hingga Pelabuhan Rakyat Banggai terdapat beberapa bangunan lama, salah satunya di SMP Negeri 1 Banggai. Kawasan ini masuk di wilayah Kelurahan Lompio. “Tapi di SMP 1 itu juga sudah tidak ada lagi, padahal dibangun dari zaman Belanda,” katanya.
![JADI KANTOR OPD: Rumah Jogugu di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai, yang kini menjadi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/BALUT-FOTO-KEDUA-300x167.jpg)
Seorang sumber koran ini menyebut, dari rumah jabatan wakil bupati hingga Gudang Panjang di Pelabuhan Rakyat Banggai dahulu disebut Kampung Cina. Sebab, di sepanjang ruas jalan ini transaksi dagang hasil bumi banyak dilakukan. “Ada dulu kalau ditanya kopra mau bawa di mana, pasti dijawab bawa saja di Kampung Cina,” tuturnya.
Di ruas jalan ini memang terdapat beberapa rumah berarsitektur lama. Salah satunya telah digunakan sebagai kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Banggai Laut serta rumah milik masyarakat. “Kalau tidak diperhatikan, bisa hilang bangunan-bangunan lama itu,” ujar Bahri, yang prihatin melihat modernisasi pembangunan kota tanpa menengok sejarah. (ali)
