
BANGGAI, LUWUK POST-Upaya agar desa dapat mandiri telah dilakukan. Bahkan, Universitas Muhammadiyah Luwuk pernah meneliti di Kabupaten Banggai Laut terkait program yang bisa “dieksekusi” pemerintah desa.
Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sutrisno K. Djawa, mengungkapkan, program yang bisa digulirkan salah satunya toko kelontong besar di tingkat kecamatan. “Jadi desa-desa dalam satu kecamatan urunan modal untuk buka toko besar di ibu kota kecamatan,” tuturnya kepada Harian Luwuk Post sepekan sebelum dilantik memimpin kampus hijau itu.
Lanjut dia, toko ritel itu akan menjadi pusat belanja untuk toko kelontong di desa-desa di kecamatan itu. Dengan begitu, memangkas biaya transportasi ke ibu kota kabupaten yang membuat harga kebutuhan sehari-hari lebih murah. “Tidak perlu ke Banggai. Toko ritel itu ambilnya bisa langsung ke produsen,” tuturnya.
Dalam setahun, akan dilakukan pembagian keuntungan oleh desa-desa dalam satu kecamatan itu yang menanamkan modalnya. Ibarat perusahaan, pemerintah desa bakal melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS).
Namun, sekira setahun berjalan pantauan koran ini,rekomendasi Universitas Muhammadiyah Luwuk itu belum terealisasi. Belum adanya terobosan membuat 42 desa masih tertinggal dan 5 desa sangat tertinggal. (ali)
