Sepi Transaksi Pasar Rp 200 Juta

Luwukpost.id -

BANGGAI, LUWUK POST-Makin ke darat, bunyi perahu motor itu kian hening. Ikan seperti kerapu terkapar di dalam perahu. Bersiap dijual setelah tiba atau menunggu keesokan harinya.

Rumah nelayan itu, hanya sepelemparan batu dari Pasar Desa Popisi, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut. Namun, ia tak memilih berniaga di pasar kolong bertiang beton itu. Sebelumnya, seorang nelayan Desa Popisi terlihat berjalan kaki ke desa tetangga menjual hasil melaut.

Sejak Jumat (18/12), Harian Luwuk Post melihat Pasar Desa Popisi memang tak ada aktivitas jual-beli. Minggu (27/12), juga sama: tak ada pembeli, apalagi penjual. “Belum digunakan,” kata seorang pemuda setempat dua pekan lalu.

Pasar Desa Popisi dialokasikan pada APBDes 2018, tetapi tuntas pada Januari 2019. Total anggaran yang dihabiskan Rp 236.916.000. “Ini Silpa dilanjutkan tahun berikutnya,” kata Kepala Desa Popisi, Rahmat Rukman kepada wartawan ketika itu.

Saat dikonfirmasi kembali, Rahmat menerangkan, pasar desa itu telah digunakan oleh penjual dadakan dari luar desa saat panen cengkih tiba. “Musim tertentu digunakan, musim cengkih. Pedagang jalanan masuk ke situ. Dari Totikum yang jualan seperti bete,” katanya, Minggu sore.

Ia mengakui, terkendala peraturan desa, sehingga belum digunakan maksimal. Apabila aturan telah diterbitkan pihaknya akan mengumumkan ke desa lain agar bisa berjualan di Pasar Desa Popisi. “Secara resmi saya umumkan ke Desa Lobutan atau desa apa segala macam,” ujar dia.

Selain di Desa Popisi, di ibu kota kecamatanjuga terdapar pasar. Menurut Rahmat, nantinya hari pasar yang akan diatur agar tak bertabrakan. “Makanya koordinasi. Misalnya Lokotoy Senin-Kamis, di sini hari lain,” kata kepala desa dua periode itu.

Pantauan koran ini, jembatan penghubung antara dermaga dan pasar desa mulai rusak. Namun, lantai pasar dari papan sekitar 3 sentimeter masih utuh.  (ali)