PALU, LUWUK POST—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah merencanakan latihan terpusat (puslatda) persiapan PON Papua 2021 pada Mei 2021. Sebelum memulai Puslatda, KONI Sulteng memberikan perlengkapan olahraga kepada atlet dan pelatih yang telah lolos babak prakualifikasi PON.
Perlengkapan yang diberikan berupa kaos olahraga, training pack, sepatu, kaos kaki, handuk dan topi. Penyerahan perlengkapan olahraga diserahkan di kantor KONI Sulteng di Palu, Rabu (30/12).
Sekretaris Umum KONI Sulteng, Syafei Datupalinge, mewakili Ketua Umum KONI Sulteng Anwar Ponulele mengatakan, pemberian bantuan perlengkapan olahraga kepada atlet dan pelatih adalah bentuk dukungan kepada atlet dan pelatih untuk bersiap diri menghadapi PON di Papua tahun 2021.
Jika tidak ada kendala, PON ke XX akan dilaksanakan, 2 Oktober 2021. Persiapan menghadapi PON yang dilaksanakan KONI Sulteng cukup efektif, karena dilaksanakan selama tujuh bulan, sejak Desember tahun ini.
“KONI merencanakan puslatda pada Mei 2021 habis lebaran. Puslatda berjalan sekitar enam bulan, mudah-mudahan tidak bergeser karena dalam keadaan tidak menentu akibat pandemi ini,” kata Syafei.
PON sedianya dilaksanakan tahun 2020, tetapi ditunda, sehingga program latihan pelatih ditata kembali. Saat ini, beberapa cabang olahraga mulai menyiapkan program latihan menyongsong PON 2021, serta latihan mandiri sembari menunggu puslatda.
KONI Sulteng menerima laporan, hampir seluruh cabang olahraga latihan mandiri di masa pandemi ini.
“Untuk mendukung cabang olahraga yang melaksanakan latihan mandiri, kami memberikan perlengkapan olahraga,” kata Syafei.
22 cabang olahraga di Sulteng, lolos babak kualifikasi ke Pra-PON. Kurang lebih 61 atlet yang akan bertanding. Namun, dari 22 cabang olahraga yang lolos, hanya 18 cabang olahraga yang bisa bertanding di PON Papua.
Pasalnya ada 10 cabang olahraga yang tak dipertandingkan, dengan alasan kebijakan tuan rumah di Papua. Dari 10 cabang olahraga tersebut, empat cabang olahraga dari Sulteng, yaitu balap sepeda, tenis meja, gateball, dan petanque. Empat cabang olahraga ini memiliki sekitar 30 atlet.(bas)






