PALU, LUWUK POST—Tim paralayang Sulawesi Tengah mengalami insiden pada saat latihan di sekitaran perairan teluk Palu, pada Minggu 3 Januari 2021.
Tiga dari enam atlet paralayang terpaksa harus mendarat darurat di laut. Insiden itu dikarenakan hembusan angin kencang atau gusty.
“Pada saat kita latihan persiapan PON 2021, di Palu, tiga atlet paralayang mendarat darurat karena terjadi gusty. Jadi bukan jatuh atau terjun bebas,” kata Asgaf, Ketua Pordirga Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Sulteng di Kantor KONI Sulteng, Senin (4/1/).
Kata Asgaf atlet paralayang yang mengalami insiden ialah Windra, Fernandes dan Ikal Rivaldi. Ikal dan Fernandes mendarat darurat di laut dan berenang sampai di pantai.
“Windra yang sempat terbawa arus. Saat itu salah seorang atlet yang beras di lokasi pendaratan mengontak Lanal Palu yang berdekatan dengan lokasi pendaratan untuk mengevakuasi. Dan saya sebagai ketua PGPI Sulteng sangat berterimakasih kepada Danlanal Palu dan jajaran nya,” kata Asgaf yang juga sebagai Ketua KONI kabupaten Donggala.
Atlet Paralayang tersebut sedang melakukan latihan terbang. Pada take off pertama dan landing sekitar pukul 08.50 WITA berhasil kemudian dilaksanakan takeoff kedua pukul 11.40 WITA
Namun saat berada di ketinggian 50 kaki, angin kencang menghantam sehingga harus mendarat darurat. Asgaf meluruskan simpang siur yang tersebar atlet paralayang jatuh bebas.
“Bukan jatuh bebas. Mendarat darurat itu sudah biasa jika angin kencang,” kata Asgaf.
Sementara insiden jatuh bebas tidak biasa terjadi bahkan sangat jarang terjadi. Atlet paralayang menerapkan protokol safety seperti kondisi atlet atau pilot, kondisi alam dan juga kondisi peralatan.
Diketahui tujuh atlet paralayang latihan rutin tiap pekan persiapan kejurnas dan PON. Mereka ialah Amir Mahmud, A Rahman, Gery, Roki, Anggoro Kurniawan, Ikal dan Windra. Nomor yang mereka ikuti ketepatan mendarat, cross country dan tandem. (bas)
