RS Pratama Pagimana Ditutup Sementara, Kadinkes: Pelayanan UGD Tetap Buka

Luwukpost.id -

PAGIMANA, LUWUK POST– Pelayanan Rumah Sakit (RS) Pratama dr. Abdul Chalik Masulili di Pagimana ditutup sementara. Itu akibat sejumlah tenaga kesehatan dinyatakan reaktif hasil rapid test.

Ruang rawat inap, UGD dan persalinan tidak ada aktifitas sejak 4 Januari 2021 lalu. Sebab, tenaga kesehatan hanya tersisa tiga orang. Sisanya dinyatakan reaktif.

Wakil Ketua Gugus Covid-19 Pagimana, Irwan Adju menjelaskan, ditutupnya pelayanan UGD, rawat inap dan persalinan itu berdasarkan surat yang ditandatangani Direktur RS Pratama, dr. Astuti H. Toban.

“Hanya dua perawat dan satu bidan yang nonreaktif, sehingga pelayanan ditutup dengan waktu yang ditentukan kemudian. Pelayanan akan secepatnya dibuka. Untuk layanan UGD akan diarahkan ke Puskesmas terdekat,” tutur Irwan yang juga menjabat sebagai Sekcam Pagimana, Selasa (5/1).

Sementara itu, sejumlah warga Pagimana menilai kebijakan penutupan pelayanan RS Pratama keliru dan tergesa-gesa. Sebab, alasan penutupan hanya berdasarkan hasil rapid test belum pemeriksaan swab.

Selain itu, bila alasannya selanjutnya adalah tenaga kesehatan tersisa tiga orang, mestinya ditambah bukan ditutup pelayanan. Agar pelayanan kesehatan di RS Pratama berjalan seperti biasa.

“Ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai,” tandas warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang S Otoluwa, yang dikonfirmasi membantah pelayanan RS Pratama ditutup. “Tidak. Hanya untuk  sterilisasi saja. Pelayanan UGD tetap buka,” tegasnya.

Terpisah, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai melaporkan, kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah empat orang menjadi 450 orang per 5 Januari 2021. Mereka berasal dari Kecamatan Toili Barat dua orang, Toili satu orang dan Luwuk Utara satu orang.

“Empat kasus baru menjadi isolasi mandiri, begitupun dengan 70 kasus lama lainnya,” ungkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam.

Dari 450 orang yang terpapar Covid-19 itu, 353 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 23 orang meninggal. “Tadi (kemarin_red) ada empat orang dinyatakan sembuh. Mereka dari Kecamatan Luwuk 3 orang dan Luwuk Selatan 1 orang,” bebernya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil 59 sampel swab dari Laboratorium Kesehatan (Labkes) Sulteng. (anto/awi)