Bupati Banggai Minta Camat Sosialisasikan Vaksin Covid-19

Luwukpost.id -

LUWUK,LUWUK POST-Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan dimulai secara serentak pada 14 Januari 2021 mendatang. Pemerintah daerah telah siap melaksanakannya, termasuk melakukan sosialisasi pada masyarakat.

Bupati Banggai Herwin Yatim dalam kesempatan pertemuan  bersama Camat, Lurah dan sejumlah kepala desa telah menginstruksikan kepada pimpinan masing masing wilayah, agar senantiasa  memberikan pemahanam kepada masyarakat bahwa vaksinasi ini sangat penting.

“Presiden RI akan mencanangkan pelaksanaan vaksin di masing-masing daerah, dan yang pertama kali yang akan divaksin adalah Presiden RI dan para mentri serta pejabat-pejabat tinggi Negara lainnya pada tanggal 14 Januari 2021. Mari kita sosialisasikan pelaksanaan vaksin Covid-19 ini pada masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengharapkan  kepala daerah untuk proaktif dalam mempersiapkan dan mensosialisasikan program vaksinasi yang akan dilakukan secara serentak di 34 provinsi, secara bertahap, mulai pekan depan.

“Teman-teman kepala daerah, coba betul-betul bisa mengatur supaya jangan sampai terjadi keributan, karena vaksin seolah seperti emas, bisa rebutan, menimbulkan kerumunan, dan lain-lain, harus ada sosialisasi, ada tahapan dan sosialisasi yang harus disampaikan kepada masyarakat, agar tidak terjadi rush, tidak terjadi kerusuhan,” kata Mendagri Tito.

Mendagri Tito juga meminta, kepala daerah untuk dapat menjawab pertanyaan publik terkait prioritas vaksinasi yang dilakukan terhadap 3 kelompok masyarakat.

“Kenapa tenaga kesehatan duluan? Kenapa pejabat duluan? Ini bagian dari upaya untuk meyakinkan publik bahwa vaksin aman, karena masih ada masyarakat yang bukan hanya tidak percaya vaksin, Covid pun ada yang tidak percaya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, penyuntikan vaksin rencananya akan dilakukan perdana pada 13 Januari 2021, diikuti secara serentak di 34 provinsi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik dalam program vaksinasi gratis bertahap dengan diawali dengan tiga kelompok, yakni kelompok pejabat publik pusat dan daerah, pengurus Asosiasi Pofesi Tenaga Kesehatan dan Key Leader kesehatan daerah, serta tokoh agama daerah.

“Penyuntikan perdana tanggal 13 (Januari), hari Rabu depan, itu nanti di tingkat pusat oleh Bapak Presiden langsung yang pertama, beberapa menteri lain, pejabat tingkat pusat yang pimpinan Kementerian/Lembaga, usia di bawah 60 tahun, karena ini yang dari Sinovac, 18-59 tahun,” ujarnya.

Penyuntikan vaksin kemudian akan dilakukan di daerah, sehingga Mendagri meminta kepala daerah untuk turut serta memastikan dan hadir langsung dalam proses penyuntikan vaksin.

“Penyuntikan pertama di tingkat daerah tanggal 14 dan 15, jadi sementara belum ditentukan waktunya, tapi mungkin ini tergantung kesiapan di daerah juga, mungkin sekitar 10 orang dengan publik figur, kalau kepala daerahnya di bawah 60 tahun, kemudian kalau di atas 60 tahun bisa wakil, sekda, pejabat lain, forkopimda, tolong hadir juga untuk menyaksikan,” kata Mendagri Tito.

Selain data, Mendagri juga meminta kepala daerah untuk mengatur jadwal maupun kesiapan teknis lainnya dalam program vaksinasi secara gratis ini.

“Harus diatur jadwalnya pada saat penyuntikan, siapa yang ditarget, kemudian kordinasi dengan aparat keamanan, TNI/Polri, Satpol PP,” imbuhnya. (bdi)