Rekonstruksi Jembatan Teluk Palu Terkendala Lahan
PALU, LUWUK POST—Kelanjutan rekonstruksi Jembatan Palu IV yang terdampak bencana 28 September 2018 menemui harapan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulteng B Elim Somba, mengatakan, Pemprov Sulteng telah menyiapkan strategi penyelesaian pembebasan lahan yang membuat rencana pembangunan kembali lanskap Kota Palu itu tertunda.
“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah selesai dan kita terbebas dari masalah lahan,” kata Elim Somba, pada rapat koordinasi virtual dengan Kementerian PUPR, Kamis (7/1).
Rencana pembangunan kembali jembatan yang dibiayai oleh Pemerintah Jepang lewat JICA ini, harus diundur karena pembebasan lahan warga di sekitar lokasi yang membuat tender proyek tertunda.
Dari sekitar 98 bidang lahan yang harus dibebaskan, kini tersisa 1 bidang yang masih kukuh dipertahankan oleh pemiliknya.
Selain upaya persuasif kepada pemilik, asisten juga menyiapkan upaya konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi lahan di pengadilan, sebagai opsi terakhir pembebasan bidang tersisa seluas 159 meter persegi.
Sementara Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Miftachul Munir, menekankan, bahwa pihak Jepang menunggu kepastian penyelesaian pembebasan lahan sebelum masuk ke tender.
“Proses lelang belum bisa mulai, kalau lahan belum bebas,” kata Miftachul dalam rakor itu juga.
Ia mengatakan, jangka waktu pengerjaan proyek ikut diperpanjang hingga 31 Mei 2025. Menurutnya, pertimbangan Pemerintah Jepang memperpanjang jangka waktu, antara lain karena mandeknya pembebasan lahan dan dampak Covid-19 yang masih mewabah.
Koordinasi nampak diikuti oleh perwakilan Bappenas, Kemenlu, Kemenkeu, Bappeda Provinsi, Dinas Bina Marga Provinsi, Pemkot Palu, dan mitra terkait.(bas)



![05_FOTO Longki Rapat Tepra 4 Jan 21 Gubernur Sulteng Longki Djanggola memimpin rapat TEPRA di Polibu kantor Gubernur Sulteng, Senin (4/1). [Foto Humas Pemprov Sulteng]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/05_FOTO-Longki-Rapat-Tepra-4-Jan-21.jpeg)

