Pelabuhan Perikanan Belum Rampung

Luwukpost.id -

 79 Kapal Pajeko Tersebar di Perairan Banggai Laut

BANGGAI, LUWUK POST-Penyelesaian kawasan perikanan Mato di Desa Gongggong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, belum ada kejelasan. Meski pun fasilitas itu amat dibutuhkan daerah ini.

Sejumlah fasilitas di kawasan Matk masih sangat minim. Dari pelabuhan hingga tempat pengisian bahan bakar. Saat ini, fasilitas yang tersedia hanya cold storage berkapasitas 150 ton. “Mato belum ada kabar,” jelas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Laut Balsam Sarikaya terkait kemajuan pembangunan pelabuhan perikanan itu, Rabu (20/1).

Menurut dia,  seluruh armada perikanan  harus masuk di pelabuhan itu.  Hanya saja, fasilitas di pelabuhan perikanan belum siap. “Di situ apakah pelabuhan perikanan masuk aman?” katanya.

Apabila Covid-19 tidak melanda, ujar Balsam, anggaran untuk pembangunan pabrik es balok dan pengerukan laut di area pelabuhan. “Yang penting dalam,” katanya.

Ia merinci, saat ini armada perikanan jenis pajeko atau purse seien yang beroperasi di Kabupaten Banggai Laut  berjumlah 69 yang telah legal. “Kapal sekarang 79. Sudah ada peningkatan,” papar dia.

Akibat belum tersentralnya armada perikanan membuat konflik antara nelayan tradisional dan pelaut menggunakan kapal pajeko sulit dihindari. Menurut Balsam, nelayan tradisional bisa membuat kapal pajeko mini di bawah 10 grosston untuk mengimbangi armada yang menggunakan alat tangkap purse seine.

Hanya saja, nelayan tradisional terkendala modal untuk membuat pajeko di bawah 10 grosston. Dana desa, kata Balsam, bisa dialokasikan untuk pembelian armada pajeko mini. “Boleh (dana desa). Itu namanya pemberdayaan masyarakat pesisir,” tuturnya. (ali)