SALAKAN, LUWUK POST-Sebanyak 1.567 Guru Honorer diusulkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) untuk masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala Bidang GTK Disdikbud Bangkep Ramarani menyebut, angka tersebut merupakan jumlah seluruh tenaga guru honorer dari PAUD sampai SMP, yang diambil dari data dapodik mutakhir per-November 2020.
1567 tenaga honorer itu berasal dari 370 lembaga pendidikan dari PAUD sampai SMP. Rinciannya, PAUD yang terdiri dari TK (taman kanak-kanak) dan KB (Kelompok bermain) sebanyak 149 sekolah, SD 162 sekolah dan SMP, dari negeri sampai swasta, sebanyak 59 sekolah.
Meski demikian, tidak semua jumlah tenaga honorer tersebut bersyarat untuk menjadi peserta ujian PPPK. Sebab terdapat beberapa kriteria peserta yang tidak bisa dipenuhi oleh sebagian tenaga honorer.
“Misal, umurnya harus tiga puluh lima ke atas. terutama buat honorer yang sudah tidak berpeluang untuk jadi PNS. Kemudian, masa mengabdi harus lebih dari lima tahun, dan masih ada kriteria lainnya,” jelas Ramarani, di kantornya, Jumat (22/1/2020).
Dari 1567 itu, tenaga honorer yang memenuhi syarat untuk ikut dalam rekrutmen PPPK hanya sejumlah 500 orang lebih. Selebihnya, belum memenuhi semua kriteria yang dimaksudkan.
Soal kuota, dia menunjuk BKPSDM lebih berhak menjawab sebagai pelaksana rekrutmen. Sedangkan pihaknya hanya sebatas mengusulkan.
“Tapi kalau soal berapa kuota yang dibutuhkan Bangkep, nanti temui langsung BKPSDM karena mereka yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan rekrutmen itu,” tuturnya.
Sekaitan dengan kuota, Kepala BKPSDM, Marjam Ibaad, yang ditemui wartawan, Kamis (22/1) memperkirakan, ada sekitar 300 lebih kuota yang disiapkan. Itu pun masih hitungan sementara. Untuk itu, dia berencana akan berkomunikasi dengan Dikbud untuk penambahan.
“Saya juga sudah bicara dengan Kadis Dikbud soal penambahan kuota itu. Kalau dipanggil ke sana (Bupati) supaya sama kita bicarakan, apa bisa ditambah dari angka tiga ratus itu,” tuturnya. (tr-01)
