LUWUK, LUWUK POST—Keterisian rumah sakit dan alat bantu pernapasan menjadi sorotan seiring meningkatnya Covid-19 hingga menembus 1 juta kasus. Di Provinsi Sulawesi Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk dr Gunawan memastikan fasilitas untuk penanganan pasien Covid-19 masih cukup, mulai dari ventilator hingga ruang perawatan. Pasien bergejala berat dan ringan terbagi di gedung berbeda.
Ia menjelaskan, pihaknya merawat pasien Covid-19 yang darurat atau bergejala berat. Sementara pasien dengan gejala ringan, dirawat di rumah sakit darurat, di gedung BKPSDM Kabupaten Banggai. Rumah sakit merawat pasien di ruang isolasi, jika hasil swab pasien yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Kalau masih suspek, dirawat di ruang transisi, ruang tropis,” paparnya.
Ia mengatakan, ada 18 ruangan plus 2 ruangan ICU untuk pasien yang gawat sekali. “Ada 20 ruangan yang disediakan untuk pasien terkait Covid-19,” ungkapnya.
Selain itu ada 8 ruangan transisi untuk pasien yang belum terkonfirmasi positif, tetapi sudah menunjukkan indikasi terpapar Covid-19.
“Ruang tropis untuk suspek, disediakan 8 tempat tidur untuk pasien dengan rapid positif,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam 1 ruangan terdapat beberapa tempat tidur, lengkap dengan ruang operasi jika dibutuhkan operasi untuk pasien positif yang sedang hamil.
Sampai saat ini, Rumah Sakit Umum Luwuk menyediakan ventilator yang ditempatkan di ICU.
“Kami sediakan 10 ventilator, masing-masing di ruang isolasi 6 unit, dan di ICU ada 4 unit,” katanya.
Ia mengatakan, sampai saat ini tidak semua fasilitas ventilator itu terpakai. Sampai jumlah pasien meledak pun tidak terpakai semua. “Paling banyak 2 yang terpakai, yang lain untuk jaga-jaga,” paparnya.
Ia menjelaskan alur pasien terindikasi Covid-19.
Pasien antre di UGD, lalu dibawa dan dirawat di ruang tropis, sambil menunggu hasil swab.
Ia mencontohkan, 82 pasien terkonfirmasi (84 dengan dua kasus meninggal) beberapa hari lalu, yang merupakan hasil swab dua minggu sebelumnya.
“Hasil swab itu dua minggu baru diketahui, jadinya sudah selesai isolasi mandiri atau isolasi rumah sakit baru diketahui hasilnya,” paparnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya sudah mendapatkan bantuan cartridge dari Kementerian Kesehatan. Peralatan pendukung swab di rumah sakit pun sudah diperbaiki.
“Sekarang sudah bisa swab untuk pasien gawat, hasilnya bisa langsung diketahui, biar bisa langsung dirawat dan diperlakukan dengan protokol penanganan Covid yang ketat,” tuturnya. (ris)

![FOTO A_YUSRAN DIVAKSIN: Kepala BRSUD Luwuk, dr. Yusran Kasim, termasuk 10 tokoh yang disuntik vaksin Sinovac, di BRSUD Luwuk, Rabu (3/2). [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-A_YUSRAN.jpg)
![FOTO BOKS MENANGANI JENAZAH PASIEN: Tim Forensik RSUD Luwuk, menangani jenazah pasien Covid-19. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/11/FOTO-BOKS.jpg)