PALU, LUWUK POST-Perekonomian Sulawesi Tengah perlahan pulih, meski pandemi berkepanjangan. Hl ini tampak pada dua kota yang diukur Badan Pusat Statistik.
Inflasi gabungan Luwuk dan Kota Palu sebesar 0,23 persen pada Januari 2021. Sedangkan inflasi tahun ke tahun dari Januari 2020 hingga Januari 2021 sebesar 2,03 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah merilis dari dua kota IHK di Provinsi Sulawesi Tengah, kota Palu mengalami inflasi 0,25 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,32 persen.
Pada Juni 2020, Kota Palu mengalami inflasi 0,15 persen, sementara inflasi tahun kalender sebesar 0,26 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,12 persen. Inflasi menunjukkan tren peningkatan peredaran uang di masyarakat, sehingga memicu permintaan.
Inflasi menunjukkan demand masyarakat yang mengalami peningkatan atas barang dan jasa di kota itu, meskipun diketahui saat ini ekonomi belum benar-benar pulih akibat wabah.
Pada Januari 2021 Kota Luwuk menunjukkan tren positif. Tercatat terjadi inflasi sebesar 0,21 persen, dengan inflasi tahun ke tahun sebesar 0,85 persen. Padahal, per Juni 2020 Kota Luwuk mengalami deflasi sebesar 0,39 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar -0,21 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,54 persen.
Deflasi adalah suatu keadaan dimana jumlah barang yang beredar melebihi jumlah uang yang beredar, sehingga harga barang dan jasa menjadi turun dan nilai uang meningkat.
Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk, menjelaskan, inflasi gabungan di Sulteng pada Januari 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,40 persen, diikuti oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,74 persen) serta kelompok lainnya.
Kelompok lain seperti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,44 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,25 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,23 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,18 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,15 persen), serta kelompok kesehatan (0,05 persen).
Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transportasi serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 1,94 persen dan 0,03 persen. Pada saat yang sama, kelompok pendidikan relatif tidak mengalami perubahan.
Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mamuju sebesar 1,43 persen serta yang terendah di Kota Ambon dan Balikpapan sebesar 0,02 persen.
Kota Bau-bau mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,92 persen, sementara Kota Pontianak mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.
“Kota Palu menempati urutan ke-51 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-8 di kawasan Sulampua, sementara Kota Luwuk menempati urutan ke-55 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-10 di kawasan Sulampua,” kata Dumangar. (bas)

![rilis sensus penduduk 2020 RILIS DATA SENSUS: Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk saat menyampaikan rilis data sensus penduduk tahun 2020. [Foto Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/rilis-sensus-penduduk-2020.jpg)