Di Banggai Utara Satu Rumah Rusak, di Banggai Selatan Jalan Terancam Putus
BANGGAI, LUWUK POST-Sejumlah desa di Kabupaten Banggai Laut dihantam gelombang dengan tinggi 2-3 meter. Telah terdapat rumah rusak dan ruas jalan terancam putus.
Informasi yang dihimpun, sejak awal pekan lalu gelombang kencang telah melanda pesisir pantai, salah satunya di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara. Di desa ini pada Jumat (29/1) lalu kian kencang, kemudian Sabtu (30/1) tanggul penghalang roboh dan ombak menghantam salah satu rumah warga.
“Begitu tanggul ambruk, ombak tembus dapur,” kata salah seorang warga setempat. “Pemilik rumah sudah mau pindah,” imbuh pria berusia 60 tahun itu.
Sekretaris Desa Kendek Yadi Abusama Linto mengatakan, pekan lalu air laut hingga ke ruas jalan di pesisir pantai. Namun, kini mulai mereda. “Pas 2 kilometer ini panjangnya sampai di Tanjung sana, kalau yang ada rumah 1,8 kilometer,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat siap pindah apabila terdapat lahan yang disiapkan. Namun, harus ditanggulangi pemerintah kabupaten karena membutuhkan anggaran besar. “Mau pindah yang penting ada lahan disiapkan,” tuturnya.
Akibat kencangnya gelombang, destinasi wisata Lambangan Pauno ditutup sementara. Hal ini dilakukan untuk keselamatan dan kenyamanan pengunjung. “Iya masih ditutup,” jelas dia.
Secara geografis, Desa Kendek berhadapan dengan Laut Maluku, tak heran gelombang cukup kencang ketika awal Januari saban tahun. “Kalau pagi kelihatan Pulau Taliabu,” terang Sekdes.
Informasi yang diterima koran ini, gelombang tinggi juga melanda Desa Matanga, Kecamatan Banggai Selatan. Di wilayah ini, ruas jalan antara Dusun Pompon dan Desa Tolokibit terancam amblas, karena tanggul penghalang telah roboh terlebih dahulu.
Selain itu, pesisir Desa Paisumosoni, Kecamatan Banggai Utara, juga terimbas tingginya gelombang. BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung memprediksi pada 2-4 Februari 2021 gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku Bagian Utara. (ali)

![MULAI VAKSINASI MULAI VAKSINASI: Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Laut dr. Zulkifli Panggato, ME, saat menyampaikan laporan sebelum dimulai pencanangan vaksinas di Puskesmas Banggai, Kamis (4/2). [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/MULAI-VAKSINASI-1.jpg)
![SISTEM INFO DAERAH GUNAKAN SIPD: Layar komputer menunjukkan beranda SIPD, aplikasi yang digunakan organisasi perangkat daerah untuk memasukkan belanja, Selasa (2/2). Tahun sebelumnya pemerintah daerah masih menggunakan SIMDA, mulai 2021 telah dialihkan ke SIPD. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/SISTEM-INFO-DAERAH.jpg)
![James Pinontoan James Pinontoan. [Foto : Rifan/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/James-Pinontoan.jpg)
![SEKOLAH BELUM BUKA SEPI DARI KEGIATAN: SD Negeri Popisi di Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut sepi dari kegiatan belajar mengajar, akhir tahun 2020. Selama pandemi, siswa belajar dari rumah dengan cara guru memberikan tugas atau datang ke rumah siswa. Di SD Negeri Popisi tak semua siswa maupun orangtua memiliki ponsel. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/SEKOLAH-BELUM-BUKA.jpg)
![PLANG MANGROVE PLANG LARANGAN: Dinas Lingkungan Hidup Banggai Laut memasang plang larangan menebang mangrove di Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (26/1). Rencananya pemerintah daerah membangun jalan dari Desa Lokotoy hingga menembus Pantai Oyama. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/PLANG-MANGROVE.jpg)
![pdip=MANGROVE TANAM BAKAU: Jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Laut menanam bakau di Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara, Sabtu (23/1). [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/pdipMANGROVE.jpg)