SALAKAN, LUWUK POST-Seorang ibu rumah tangga dan anaknya yang tertidur pulas di ruang tamu, tersentak karena teriakan kebakaran. Keduanya langsung keluar dari rumah tanpa menyelamatkan satu pun harta benda.
“Saya sampai di sini, sudah tidak ada. saya cuma pasrah lihat rumah dan semua isinya dihanguskan api. Tapi alhamdulillah saya bersyukur tidak ada korban nyawa dari peristiwa itu,” tutur Kisman Umar menceritakan kejadian Minggu (7/2).
Pria yang akrab disapa Mut itu bermukim di Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan. Minggu menjelang sore, rumahnya habis dilalap api. Istri dan anaknya yang tidur di ruang tamu beruntung bisa menyelamatkan diri.
Ia memang tidak mengetahui kejadian ini karena sedang tidak berada di rumah. Ia mengetahui telah terjadi kebakaran dari anaknya yang datang menjemput. Setibanya di lokasi kejadian, rumah telah hangus dan hanya menyisakan pakaian di badan.
Tak hanya rumah Kisman, kobaran api mengakibatkan 11 unit rumah warga Desa Bongganan terbakar. Belum diketahui secara pasti penyebab utama kebakaran. Angin yang berhembus kencang serta jarak antar rumah yang saling berdekatan membuat api dengan cepat merembes ke rumah lainnya. Selain itu, material bangunan rumah yang terdiri dari perabotan yang mudah terbakar ikut memperparah kondisi tersebut.
Ganepo, warga yang rumahnya nyaris terbakar, membenarkan sekitar 11 rumah yang jadi korban kobaran api tersebut. Delapan rumah di antaranya hangus total beserta isinya, sementara 3 rumah lainnya berhasil diselamatkan walau pun sebagian badan rumah sudah hangus.
“Kalau di hitung-hitung, ada 11 rumah. Beberapa rumah tidak hangus semua, warga juga cepat membantu memadamkan pakai air laut,” jelasnya sesaat setelah api sudah mulai padam.
Pekatnya asap karena kobaran api yang terus membesar membuat warga agak kesulitan mendekat untuk melakukan upaya pemadaman. Pantauan koran ini, sekira pukul 14.07 Wita asap tebal dari sebuah rumah mulai membumbung tinggi. Sekitar pukul 14.13 Wita, kobaran api telah menghanguskan 5 rumah, lalu menjalar pada 6 rumah lainnya.
Selang beberapa menit kemudian, mobil tangki air BPBD Bangkep, mobil water cannon Polres Bangkep, serta 1 unit mobil pemadam kebakaran Dinas Perhubungan mendatangi lokasi kejadian.
Meski awalnya mengalami sedikit kesulitan, tapi upaya pemadaman dengan ketiga mobil itu berhasil menghentikan cepatnya rembesan api ke sejumlah rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Dalam waktu sekitar 30 menit api berhasil dijinakkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta. (tr-01)


