Mencari Akar dan Solusi Problematika Nuhon, LMN Gelar Diskusi Interaktif

Luwukpost.id -
Anggota Lingkar Muda Nuhon berfoto bersama beberapa waktu yang lalu. [Foto: Istimewa]

LUWUK, LUWUK POST.id – Walaupun aktivitas berkumpul dan berserikat dibatasi pada masa pandemi Covid-19, kelompok Lingkar Muda Nuhon (LMN) tidak kehilangan akal untuk mengisi momentum Hari Ulang Tahun (HUT) kecamatan mereka yang ke 17 dengan kegiatan yang kreatif, edukatif dan tentunya menaati protokol kesehatan. Hal tersebut dibuktikan dengan dihelatnya Diskusi Interaktif dengan tema “Peran Pemuda Dalam Menghadapi Problematika Yang Ada di Kecamatan Nuhon”, Sabtu (28/8).

“Dalam rangka Hut tersebut, kiranya ada kegiatan produktif walaupun dalam keadaan pandemi, kegiatan itu juga merupakan wadah silaturahmi antara Pemuda dan Mahasiswa Nuhon yang ada di Indonesia,” Ujar Koordinator LMN, Muh. Irsan Nang.

Ia juga menambahkan, kegiatan itu merupakan momen refleksi untuk seluruh Pemuda dan Mahasiswa Nuhon, agar selalu berpartisipasi, baik dengan pemikiran maupun melalui gerakan dalam upaya menyelesaikan persoalan yang terjadi di Kecamatan Nuhon, karena sejatinya, Nuhon butuh pemuda untuk keberlangsungan dan kemajuannya.

Dalam diskusi interaktif tersebut, hadir sebagai pemateri, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, Sekertaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banggai, Abdul Rahman Panigoro, Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palu, Rulban Larandang, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2020, Siti Rahmawati Djula, dan Anggota Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Putu Andre Djuliana. Keseluruhan pemateri merupakan pemuda asal Nuhon yang memiliki pengalaman mumpuni serta kapasitas dalam aktivisme dan keorganisasian.

Tampilan Diskusi Interaktif di Aplikasi Google Meet

Saat sesi wawancara dengan pewarta, Muh. Irsan Nang menjelaskan, diskusi tersebut berhasil mengerucutkan fokus kajian menjadi 7 poin, yaitu, pertama, tingginya permasalahan hukum serta kurang optimalnya pelayanan hukum di wilayah Nuhon. Kedua, 4 desa di Nuhon yang masih tertinggal tingkat pendidikannya sampai saat ini belum mendapat solusi konkrit untuk menindak lanjuti ketertinggalan tersebut. Selanjutnya isu dibukanya pertambangan di Nuhon terkesan hanya melihat dampak sosial dan ekonomi, tanpa mempertimbangkan dampak secara ekologis. Yang keempat, kurangnya pemberdayaan tenaga kesehatan lokal. Kelima, ketergantungan pemuda pada dawai yang mempengaruhi perkembangan baik pola pikir, mental maupun fisik para pemuda. Berikutnya kebingungan para petani ketika akan mendistribusikan hasil buminya dikarenakan belum adanya fasilitas perekonomian sebagai sentral tempat penyaluran hasil bumi di dalam wilayah kecamatan Nuhon contohnya pasar rakyat, dan yang terakhir infrastruktur jalan yang masih cukup memprihatinkan.

Diskusi yang dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Google Meet itu dihadiri sekitar 60 orang Pemuda Nuhon, baik yang saat itu berada di Nuhon maupun yang berdomisili diluar Kecamatan Nuhon. Setiap permasalahan menemukan titik temu yang berasal dari dialektika antara penanya dan pemantik diskusi.

“Contoh untuk menanggapi masalah perekonomian, kami menyimpulkan, pemuda sebagai orang yang mempunyai arus informasi paling mudah,  bisa terjun dalam sistem tersebut. Kita bisa membantu pendistribusian dengan cara membangun relasi dengan orang-orang yang bisa membantu memproduksi hasil alam,” beber Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwuk Banggai itu.

Perihal keberadaan LMN sendiri, ia menuturkan, LMN berdiri sejak HUT ke 16 Nuhon Tahun 2020, dimana saat itu merupakan nama panitia Pelaksana HUT yang diprakarsai oleh kawan-kawan Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon dan Simpang Raya (IMKBNS) Luwuk. LMN hadir karena tidak adanya organisasi ataupun komunitas pemuda Nuhon di luar KNPI dan Karang Taruna  tingkat Kecamatan, sehingganya kawan-kawan meminta agar LMNN ini dibuatkan satu organisasi atau komunitas sebagai wadah diskusi persoalan problem yang terjadi di kecamatan Nuhon.

“Untuk kedepannya, LMN akan tetap fokus mendiskusikan dan mengawal setiap problematika yang terjadi di Kecamatan Nuhon serta siap berkolaborasi dengan seluruh unsur pemuda Nuhon secara utuh,” tutup dia. (abd)