Pelaksanaan PBL FKM Untika Luwuk Tengah Berlangsung

Luwukpost.id -
Annisa Wahdaniah Ince Dahlan

LUWUK, LUWUK POST- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk telah melepas para peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) ke lokasi kegiatan, belum lama ini.

Saat ini, para mahasiswa dan mahasiswi FKM yang mencapai 80 an orang itu, tengah melaksanakan tugas yang diagendakan dalam PBL tersebut.

Salah seorang peserta PBL, Annisa Wahdaniah Ince Dahlan yang dihubungi Harian Luwuk Post menyatakan, kegiatan PBL sudah mereka mulai sejak 23 Agustus lalu. Agendanya, seluruh program kerja PBL akan selesai 15 September mendatang.

“Untuk tempat pratik saya di Desa Kotaraya Kecamatan Lamala,” jelas Anisa, Minggu (29/8).

Alumni SMAN 1 Lamala ini menjelaskan, dalam melaksanakan program PBL di tengah pandemi Covid-19, Ia tetap memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan. Dengan tidak mengumpul banyak orang ketika melakukan pendataan. “Saya menghindari kerumunan,” pungkasnya.

Dalam proses pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, jelas Anisa, Ia lakukan dengan cara turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, untuk melakukan pendataan kesehatan. Satu hari penuh.

Selanjutnya, setelah mendapat data tersebut, Ia melakukan penginputan. Lalu difilter. Kemudian dianalisis. “Kita dapat persoalannya lalu dicarikan solusinya,” tandas mahasiswi kelahiran 4 Oktober 2001 ini.

Melalui program PBL ini, sambung Anisa, Ia tidak hanya melakukan tugas yang diwajibkan. Namun, mendapat pembelajaran tentang bagiamana konsisten dan komitmen dalam tanggung jawab.

“Ini harapan saya dalam PBL mandiri ini. Kapanpun, dimanapun, bgaimanapun saya tetap konsisten komitmen dalam tanggung jawab,” pungkasnya.

PENDATAAN: Salah seorang mahasiswi FKM Untika Luwuk saat melaksakan kegiatan PBL di Desa Kotaraya Kecamatan Lamala, belum lama ini.

Sementara itu, Dekan FKM Untika Luwuk, Ramli Bidullah menambahkan, pelaksanaan PBL tahun ini berbeda dari tahun kemarin. Pasalnya, para peserta dikembalikan ke desa atau tempat masing-masing, karena kondisi pandemi. “Kabupaten Banggai juga menerapkan PPKM level 4,” tandasnya.

Meski begitu, jelas Ramli, PBL kali ini ada hikmahnya. Dengan dikembalikannya para mahasiswa ke desa masing-masing, maka para peserta bisa memberikan manfaat ke tempat tinggalnya.

“Sekaligus mereka bisa menunjukan kemampuannya di desa masing-masing,” tandasnya.

Selain itu, melalui PBL kali ini, proses sosialisasi FKM terus dilakukan. Karena jangkauan lokasinya banyak. Bahkan sampai ke Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Taliabo.

Sekadar diketahui, PBL merupakan agenda yang FKM laksanakan tiap tahun. Karena PBL merupakan mata kuliah yang bersifat praktik. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa akan memiliki kemampauan perencanaan kesehatan. Mahasiswa akan melakukan pendataan. Ditemukan persoalan kesehatan di tengah masyarakat. Lalu mahasiswa dicarikan solusinya. (leb)