Buktikan Vaksin Aman, Vaksinasi Nakes Tembus 121 Persen

Luwukpost.id -
Vaksinasi Tenaga Kesehatan : Kepala Dinas Kesehatan Bangkep, dr. Abdy Gunawan saat menjalani vaksinasi

SALAKAN, LUWUK POST-Jaminan keamanan vaksin Covid-19 terbukti secara kuantitif dengan tingginya angka vaksinasi khusus tenaga kesehatan (Nakes) di Banggai Kepulauan (Bangkep). Betapa tidak, hingga hari ini , tercatat sudah 121 Persen Nakes yang divaksinasi.

Capaian angka vaksinasi bagi nakes tersebut bukan saja telah memenuni, melainkan telah melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 100 Persen. Hebatnya, seluruh nakes yang sudah divaksinasi tetap dalam kondisi sehat.

“Iya. habis divaksin, mereka (nakes) semua aman-aman saja kok. Sampai hari ini tidak seorang pun diantara mereka yang kena dampak negatif, sebagaimana isu liar yang berkembang di media sosial,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bangkep, dr. Abdy Gunawan, (21/10).

Total angka vaksinasi di Bangkep sendiri, sebut Abdy, baru mencapai 20 Persen. Terbilang masih cukup jauh dari target yang ditetapkan. Sebab, sebagian besar masyarakat masih banyak terpengaruh dengan konten-konten negatif di media sosial tentang bahaya vaksin.

Padahal, konten-konten negatif yang beredar di media sosial, sebagian besar disebarkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, yang sudah pasti tidak bisa dijamin kebenarannya.

“Buktinya di Bangkep, dari 20 Persen, kurang lebih dari 19 ribu jiwa yang telah divaksin dosis satu, tetap sehat-sehat saja kan? Ada tidak yang didengar sakit parah atau bahkan mati setelah divaksin?,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya berucap syukur. Sebab terbukti dua bulan terakhir setelah semua nakes di vaksin, tak lagi ada nakes yang terkonfirmasi positif covid19. Selain itu, puskesmas dan rumah sakit tidak ada lagi yang menutup pelayanan untuk mencegah penularan, hanya karena ada nakes yang terkena covid19.

“Anggota polres Bangkep dan TNI di wilayah Bangkep juga sudah tidak ada yang terkonfirmasi positif,” cetusnya.

Dijelaskannya, tingkat perekonomian masyarakat sulit bertumbuh, jika terget vaksinasi belum tercapai. Sebab dalam kondisi demikian, masyarakat akan terus diperhadapkan dengan pendisiplinan protokol kesehatan.

“Belum lagi bicara tentang bagaimana anggaran daerah wajib diporsikan sampai puluhan miliar hanya untuk pencegahan dan penanganan pandemi,” terangnya.

Padahal, tambah dia, target vaksinasi yang harus dikejar agar daerah ini terbebas dari pendisiplinan protokol kesehatan, cukup 70 persen. Untuk mengejar target itu, dibutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk pers dan LSM.

Diterangkannya, mengapa perhelatan PON XX Papua bisa terlaksana, Eropa kembali menggelar sepak bola dengan supporter bebas di stadion, karena vaksinasi di Papua dan Eropa sudah mencapai target 70 persen. (Rif)