
Piagam terbaik kedua itu diserahkan langsung Wakil Bupati, Salim J. Tanasa didampingi Kepala Bapenda, Din Lamasada usai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bangkep ke-22 yang digelar di Pelataran Kantor Bupati, Rabu (3/11).
“Penghargaan ini sebenarnya lebih layak dianugerahi ke pemerintah desa. Kepala desa hanya sebatas mengkordinir. Karena itu, piagam ini saya persembahkan untuk teman-teman pemerintah desa atas konsistensi mereka,” kata Rusli.
Menurut Rusli, pemerintah daerah pasti punya alasan tertentu memberikan piagam tersebut. Namun demikian, dia mengaku hanya melaksanakan kewajiban membayar. Soal piagam, dirinya mengatakan tidak pernah memikirkan itu.
Rusli pun tidak ingin nama desanya disebut-sebut hanya karena persoalan tidak patuh bayar pajak. Karena ia berfikir, kesan buruknya tidak hanya akan berdampak pada nama baik desa, melainkan akan berdampak pula pada nama baik pemerintah desa.
“Itu jelas. Kesannya tidak hanya ke desa. Tapi pemerintah desa, lebih-lebih lagi kepala desa sebagai kordinator pelunasan pajak,” ucapnya.
Karena itu, dia akan terus berusaha agar pelunasan pajak bisa diselesaikan sebelum jatuh tempo. Tapi itu, kata dia, tidak dilakukan untuk mendapat penghargaan melain semata-mata karena kewajiban. (Rif)
