Kenaikan Permukaan Air Laut Ancam Rumah Warga Bongganan

Luwukpost.id -

Kenaikan Air Laut : Tampak permukaan air laut telah mencapi pondasi rumah warga Desa Bongganan, Minggu Sore (7/11). [FOTO : RIFAN/LUWUK POST]
SALAKAN, LUWUK POST-Permukaan air laut yang terus mengalami kenaikan ekstrem, belakangan menjadi ancaman serius bagi perumahan warga Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan (Bangkep).

Pantauan awak media ini, kenaikan permukaan air laut terjadi setiap sore hari, Sejak Jumat (5/11). Hingga, Minggu sore (7/11) ketinggian permukaan laut telah menjangkau lantai rumah sebagian warga Desa Bongganan.

Ketua BPD Bongganan, Arman Londomi mengatakan, fenomena itu menjadi ancaman serius, terutama bagi warga yang tinggal di bibir pantai, dengan pondasi rumah yang cukup rendah. Sehingga hal itu cukup meresahkan masyarakat.

“Jelas meresahkan masyarakat, sebab potensi kenaikannya terus bertambah tinggi tiap musimnya. Nah, masyarakat yang tidak cukup secara ekonomi merehab rumah, secara terpaksa menanggung resikonya,” jelas Arman.

Belum diketahui berapa rumah yang terdampak, namun menurut Arman puluhan rumah terutama yang ada di bibir pantai sudah harus berbenah menghadapi ancaman itu.

Dia pun meminta pemerintah daerah menanggapi serius ancaman fenomena alam itu. Setidaknya, kata dia, ada himbauan yang disampaikan melalui pemerintah desa sebagai peringatan. Sehingga masyarakat bisa menyiapkan diri.

“Paling tidak pemerintah daerah bisa mengeluarkan himbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar itu bisa menjadi perhatian masyarakat. Jangan sampai sudah terjadi, baru kita sibuk masing-masing,” pintanya.

Dikutip dari beberapa sumber, kenaikan permukaan air laut disebutkan sebagai fenomena yang disebabkan oleh meningkatnya suhu bumi.

Bahkan, Penelitian terbaru jurnal Nature Climate Change edisi 30 Agustus 2021, yang dikutip dari Kompas.com memprediksi bahwa, akibat meningkatnya suhu bumi, kenaikan permukaan laut yang ekstrem di sepanjang garis pantai di seluruh dunia akan terjadi 100 kali lebih sering pada akhir abad ini. (Rif)