
SALAKAN, LUWUK POST-Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rais D. Adam mengharapkan, Posyandu yang terintegrasi dengan Wadah Bina Keluarga Balita (BKB) bisa memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat dalam mencegah stunting.
Harapan itu disampaikan Bupati dalam giat Edukasi pengasuhan 1000 HPK serta Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) di Desa Tunggaling, Sabtu (20/11).
“Saya berharap melalui Posyandu terintegrasi dengan wadah BKB dapat memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Bupati.
Selain peningkatan kulitas dalam rangka cegah stunting Bupati juga berharap bantuan berupa Sarana BKB KIT Eliminasi masalaj Anak Stunting yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Saya berharap bantuan berupa sarana media Bina Keluarga Balita KIT Eliminasi Masalah Anak Stunting dan KIT siap nikah dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipelihara agar dapat membantu tugas-tugas kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja,” ucap Bupati.
Sebagai informasi, selain kegiatan edukasi pengasuhan 1000 HPK bagi ibu dan keluarga, serta pemahaman Kespro dan stunting bagi remaja, calon pengantin juga diberikan sarana penunjang berupa media BKB KIT Eliminasi Masalah Anak Stunting (EMAS) dan sarana media KIT siap nikah. Fungsinua untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dalam percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kab. Bangkep, Kadis DP3AP2KB, Kadis Kominfo, Kepala Bapeda, Kadis Ketahanan Pangan, Camat Peling Tengah, Anggota TP-PKK Kabupaten Bangkep dan Kecamatan Peling Tengah serta Masyarakat Desa Tunggaling. (Rif/Kominfo)
