Banjir Rob, Puluhan Rumah Di Kalumbatan Tergenang

Luwukpost.id -

Kenaikan Air Laut : Salah satu rumah warga Desa Kalumbatan yang terdampak fenomena kenaikan permukaan air laut, Selasa (7/12). [FOTO : ISTIMEWA]
SALAKAN, LUWUK POST-Fenomena kenaikan permukaan laut yang terjadi belakangan, menyebabkan terjadinya Banjir Rob. Puluhan rumah di Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) tergenang air laut, Selasa (7/12).

Deci, warga setempat mengatakan, peristiwa yang dialami warga, sejak dua hari terakhir itu, tidak hanya berdampak pada rumah warga yang bermukim di laut, bahkan pemukiman warga yang ada di daratan pun ikut terendam.

“Dari sepuluh dusun desa Kalumbatan, ada beberapa dusun yang paling terdampak, termasuk dusun enam dan tujuh. Lantai rumah mereka, rata-rata rerendam. Termasuk Masjid di Pasar, itu lantainya juga sudah digenangi air ,” tutur Deci.

Menurut Deci, peristiwa itu cukup memprihatinkan, karena sebagian warga harus mengamankan barang-barang penting yang rentan rusak terkena air. Sebab, permukaan laut sudah sudah mencapai lantai rumah.

Menurut dia, fenomena kenaikan permukaan laut merupakan ancaman serius bagi masyarakat Kalumbatan khususnya, dan Bangkep pada umunya. Tidak menutup kemungkinan, seluruh pemukiman di Kalumbatan akan terdampak beberapa tahun kedepan.

“Iya. Karena permukaan air laut terus bertambah tinggi setiap musimnya. Contoh kasus, bulan lalu, lantai masjid di pasar itu tidak terendam, tapi sekarang, sudah. Jadi, saya berkeyakinan dampaknya akan terjadi secara menyeluruh di desa kalumbatan,” ucapnya.

Olehnya itu, dia berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini, setidaknya masyarakat bisa merasa terbantu untuk mengantisipasi ancaman fenomena itu.

Kepala Pelaksana BPBD, Saprin K. Piter saat dihubungi sejumlah media, menanggapi, pihaknya telah menyurat ke tiap kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap masyarakat terdampak.

“Kita sudah menyurat ke kecamatan agar melakukan pendataan di masing-masing wilayahnya. Data itu akan dimasukkan dalam proposal permohonan bantuan ke propinsi,” kata dia.

Seharusnya, lanjut dia, masing-masing desa bisa langsung mengajukan data warga yang tedampak ke BPBD untuk dilampirkan dalam proposal yang nanti akan dikirim ke Propinsi. Dan hal itu sudah disampaikan. Tapi hingga kiniasih banyak desa yang belum memasukkan itu.

“kalau pun mereka (desa) tidak mengajukan data, saya akan tetap masukkan dalam proposal. Supaya nanti itu bisa dipertimbangkan propinsi,” cetusnya.

Dalam surat itu pun, pihaknya meminta para camat agar senantiasa memberikan himbauan peringatan kepada masyarakat guna mengantisipasi dampak yang lebih parah dari itu. (Rif)