
SALAKAN, LUWUK POST-Seorang lelaki tua berusia 86 tahun di Desa Paisu Mosonit, Kecamatan Tinangkung Selatan, Banggai Kepulauan dilaporkan tewas, setelah rumahnya dikepung kobaran si jago merah pada Rabu (9/2).
Peristiwa memilukan yang menimpa lansia berinisial ND (86) itu, diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Bangkep, Saprin K. Piter usai Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, bersama Bhabinkamtibmas, dan Tim Inafis Polres Bangkep membantu warga mengevakuasi jasad korban.
“Jadi, setelah menerima laporan dari warga, saya langsung berkoordinasi dengan TRC BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Tim Inafis Polres Bangkep untuk mendatangi TKP,” tutur Saprin.
Setibanya di TKP, pihaknya bersama Tim Inafis Polres Bangkep langsung melakukan assesmen, mengambil dokumentasi untuk kepentingan penyelidikan.
Menurut penuturan yang diterima Saprin, sekira satu jam sebelum kejadian, salah sorang cucu korban bernama Hijam, sempat mengantarkan korban makanan untuk makan malam. Sebab, korban selama ini tinggal sendiri di rumahnya.
“Jadi, sekitar satu jam sebelum kejadian, cucu korban masih sempat mengantarkan makanan,” tutur Saprin.
Berselang sekitar satu jam, Nuraini, tetangga korban yang tengah mandi tiba-tiba dikejutkan dengan kobaran api dari arah kamar korban. Ketika itu, ia langsung bergegas keluar dan berteriak meminta pertolongan.
Sayangnya, rumah korban yang bermaterialkan kayu dengan atap berbahan rumbia, membuat api begitu cepat membesar dan mengepung seluruh sisi bangunan. Sehingga, warga kesulitan melakukan evakuasi terhadap korban.
Yang lebih menyayat lagi, saat kejadian, korban berada dalam kondisi kurang sehat. Dengan begitu, tentu korban kesulitan untuk begerak menyelamatkan diri. Terlebih lagi, dengan usianya yang sudah renta.
Akibatnya, warga tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban dari amukan api yang mengganasi rumahnya. Jasad korban baru bisa dikeluarkan, setelah api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan hasil olah TKP Tim Inafis Polres Bangkep, ditemukan sejumlah benda yang dicurigai sebagai pemicu kebakaran, berupa lampu minyak yang terbuat dari kaleng susu.
Selain itu, Polisi juga menemukan arang, sisa pembakaran berupa kayu dan bantal di sekitaran titik api. Sehingga diduga kuat, api berasal dari jatuhnya lampu minyak ke lantai papan yang kemudian apinya merembet hingga ke bantal kapuk yang ada di sekitar tempat tidur korban.
Keluarga, terutama anak korban menolak untuk dilakukan otopsi, dan menerima dengan ikhlas kejadian yang menimpa orang tua laki-laki itu.
Ditaksir kerugian material dari peristiwa itu, mencapai Rp 5.000.000. (Rif)
