SALAKAN, LUWUK POST-Upaya koordinasi Ketua DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusdin Sinaling soal penangkapan tiga nelayan Boniton (Desa Tonuson), pengguna Tuba ikan, masih terus dilakukan. Ia berharap, ketiga nelayan itu bisa dihadiahi Restoratif Justis.
Harapan tersebut bahkan sudah disampaikan secara langsung ke Penyidik<span;> dan Pimpinan Ditpolairud Polda Sulteng oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)
“Kami sdh bertemu dgn penyidik dan pimpinan Ditpolairud Polda Sulteng, serta berdiskusi memohon agar ada langkah hukum lain berupa Restorasi Justice bagi para TSK, tanpa bermaksud mengintervensi Gakum di polairud,” tulis Kepala DKP Sulteng, melalui pesan Whats App kepada Ketua DPRD, Senin (7/3).
Namun permohonan tidak secara percuma diajukan, melainkan DKP dan Dinas Perikanan (Diskan) Bangkep berperan sebagai penjamin dilakukannya pembinaan atas ketiga nelayan itu. Dengan begitu, DKP Sulteng berharap permohonan tersebut bisa diterima.
“Mudah2an bisa diterima tanpa mengurangi wibawa penegak hukum di polri,” sambung DKP Sulteng.
Pihak DKP menambahkan bahwa ketiga nelayan tersebut dalam keadaan sehat. DKP pun mengaku masih memantau kebutuhan harian ketiganya.
“Para TSK dlm keadaan baik dan sehat2 serta kami pantau kebutuhan sehari hari mereka. Prinsipnya, mereka aman, sehat dan baik2 kondisinya. Sdh senang mereka, kami kunjungi,” tutup pihak DKP.
Sebelumnya, Rusdin telah mengawali langkah koordinasinya dengan Kasat Polairud Polres Bangep, Iptu Darfin, SH, sehari setelah ketiga Nelayan digelandang Personil Polairud Polda Sulawesi Tengah ke Mapolda, pekan lalu, Jumat (4/3).
“Saya koordinasi via telefon dengan Kasat Polairud Polres Bangkep jumat lalu. Saya minta bantuan, supaya beliau bisa berkoordinasi dengan Polair Polda untuk mempertimbangkan sisi kemanusiaan,” tutur Rusdin, Senin (7/3).
Tidak hanya ke APH, Ketua DPRD juga melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi, melalui sambungan telepon seluler, agar pihak dinas bisa berkoordinasi langsung dengan Polairud Polda.
Lewat sambungan telepon itu, Rusdin memberikan gambaran tentang kondisi keterbatasan ekonomi ketiga nelayan tersebut. Sehingga, ia berharap, dengan itu pihak Polairud Polda bisa memberikan pertimbangan khusus.
“Hal ini semata-mata saya lakukan, mengingat ketiga nelayan itu hidup dalam kondisi keterbatasan ekonomi. Sisi kemanusiaan itu yang bikin saya tidak tega,” ucapnya. (Rif)
