
SALAKAN, LUWUK POST- Dua aleg DPRD Banggai Kepulauan menunjukkan reaksi keras, menyusul isu penolakan dr. Feldi Deki alias dr. Edi di RSUD Trikora Salakan. Keduanya, yaitu Ketua DPRD, Rusdin Sinaling dan Mustaqim Moidady.
“ini bukan cuma kesalahan, ini penghianatan terhadap daerah. Lantas apa maunya,” lantang Rusdin saat memimpin Rapat Paripurna Penetapan dua Raperda menjadi Perda yang dilaksanakan pada Rabu (18/5).
Kekesalan Ketua DPRD menyasar ke RSUD Trikora yang malah membuka pendaftaran daring penerimaan dokter spesialis melalui situs web Kementerian Kesehatan.
Padahal, kata dia, dr. Feldi telah memohon ke sejumlah pengambil kebijakan di daerah, mulai dari Bupati, Sekretaris Daerah, BKPSD, dan Ketua DPRD.
Rusdin tambah kecewa ketika mendengar jawaban Direktur RSUD Trikora yang justru meminta dr. Feldi untuk mengabdi di daerah lain terlebih dahulu selama beberapa tahun.
“lucunya jawaban Direktur saat dr Feldi melapor, silahkan dulu mengabdi dulu di daerah lain sekitar tiga tahun di sana baru kembali ke sini,” kutip Rusdin mendengar cerita dr. Feldi ketika melapor ke RSUD Trikora.
Ketua DPRD yakin, dr. Feldi punya niat tulus terhadap daerah ini. Sebab di depannya, dr. Feldi telah mengaku siap mengabdi sekalipun tanpa upah. Namun, itu musatahil, bagi Rusdin, karena anggaran itu itu sudah tersedia.
“Tidak perlu gaji Rp 50 juta, Rp 20 juta saja, upahnya sudah cukup. Kan itu sudah ada dalam DPA,” tandasnya.
Menurut dia, pihak RSUD semestinya memprioritaskan dr. Feldi yang notebenenya adalah berstatus sebagai ASN Bangkep yang juga merupakan putra daerah.
Karenanya, ia meminta asisten III Setda yang hadir mewakili Bupati, Ekasilawati Sipatu , juga Alat Kelengkapan DPRD terkait, agar menindaklanjuti hal itu dengan mengundang Direktur Rumah Sakit Trikora Salakan. (Rif)
