
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plh. Bupati, Rusli Moidady itu, dihadiri Asisten III Bupati (Ekasilawati Sipatu) Panitia POP Pusat (Drs. Iwan Ridwan), Ketua IGI Wilayah Sulaswesi Tengah (Dianawati, S.Pd), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Ariyono Orab), Ketua IGI Bangkep (Muhammad Haeril Lumuan, S.Pd.,M.Pd).
Plh. Bupati dalam sambutannya menjelaskan bagaimana Singapura lebih maju dari Indonesia. Indonesia, sebutnya, mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, tetapi Sumber Daya Manusianya (SDM) terbatas. Sebaliknya, Singapura Sumber Daya Alamnya terbatas, tapi Punya Sumber Daya Manusia yang lebih.
“jadi, terkait dengan itu, saya mengambil kesimpulan bahwa, ternyata sumber daya manusia lebih penting dibanding sumber daya alam. Apalagi Banggai Kepulauan mempunyai sumber daya alam yang melimpah, ditopang dengan sumbe daya manusia yang baik, harusnya kita lebih maju,” kata Plh. Bupati.
Karena itu, lanjut dia, peran insan pendidik menjadikan SDM sebagai program utama. Jika hal itu bisa dilakukan secara bersama, meningkatkan mutu pendidikan untuk menyiapkan generasi berkualitas secara literasi, numerasi dan akhlak yang baik, maka bisa diyakini, daerah ini akan lebih maju lagi.
“ini juga hal penting di tengah-tengah majunya teknologi industry, marilah kita didik generasi dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik. Ini adalah tanggung jawab bersama,” pintanya.
Plh. Bupati optimis, tenaga pendidik yang ada di Bangkep mempunyai kualitas yang mumpuni untuk mewujudkan program merdeka belajar pada anak didik. Dengan begitu, anak didik akan senantiasa mengingat itu hingga mereka sukses, dan membawa kemajuan untuk daerah ini.
“saya berharap, kegiatan ini dapat diikuti dengan seksama, sehingga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang cukup besar bagi kita semuanya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia POP Pusat, Iwan Ridwan mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan peningkatan kompetensi, desimenasi kurikulum merdeka belajar. Sehingga diharapkan guru-guru mempunyai kemampuan mengajarkan literasi, numerasi, dan karakter pancasila kepada siswa untuk menjadi lebih baik.
Karena memang, tandas dia, kurikulum mengalami perubahan, dari Kurikulum 13 ke Kurikulum Merdeka Belajar. Intinya, manfaat yang secara umum hendak dicapai dalam kegiatan yang dilaksanakan di seluruh Indoensia ini adalah peningkatan sumber daya manusia.
“kita berharap, kualias pendidikan termasuk di Bangkep dan di Sulawesi Tengah secara umum menjadi lebih baik lagi. Karena, asset terbeser setiap generasi adalah anak keturunan dari generasi itu sendiri. jadi kalau kita mendidik anak-anak kita menjadi lebih baik, itulah asset kita yang sesungguhnya,” terangnya.
Sekaya apa pun SDA suatu bangsa, cetus dia, tanpa didukung dengan SDM yang bagus, maka apa pun tidak menjadi apa-apa. Sehingga pendidikan, sebut dia, adalah garda terdepan dalam meningkatkan kualitas SDM untuk memajukan bangsa, daerah, dan keluarga.
Dia menambahkan, IGI adalah organisasi profesional yang dikaui Kemendikbud dan terdaftar di Kemenkumham sejak 2009. Visinya adalah meningkatkan profeisonalisme guru, melalui 161 program. Contohnya, Program Satu Guru Satu Inovasi Pembelajaran, Pelatihan Satu Guru Satu Buku, Membuat Media Pembelajaran Digital, Pelatihan Komunikasi Efektif membangun hubungan harmonis dengan siswa dan lingkungan belajar, dan lain-lain.
Terpenting dari itu, tidak pemungutan biaya serta tidak memungut iuran dari anggota. Sebab IGI sebut dia lebih mengedepankan kualitas SDM. Sehingga ia mengajak ke semua guru untuk meningkatkan kualitas profesionalisme, sehingga bisa meningkatkan kualitas anak didik.
“jadi, siapa pun itu, baik Guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, Guru Swasta, Guru di bawah Kemenag, terlebih lagi di bawah Kemendikbud, mari bergabung dengan IGI, jika ingin meningkatkan profesionalisme,” sebutnya.
Senada dengan Panitia POP Pusat, Ketua IGI Wilayah Sulawesi Tengah, Dianawati berharap kompetensi dari peserta kegiatan tersebut lebih meningkat. Dan nantinya, bisa diaplikasikan di sekolah-sekolah.
Dia mengatakan, untuk Sulawesi Tengah, baru dua Kabuapaten yang melaksanakan kegiatan yang menyasar tingka SD dan SMP ini, yakni Kabupaten Bangkep dan Toli-Toli.
Sekaitan dengan peran organisasi Profesi Guru, Dianawati menyebut, IGI menjadi salah satu Organisasi yang dipercayakan oleh Kementerian untuk menjadi Organisasi Penggerak.
“Karena, istilah untuk penggerak banyak digunakan dalam Program Kementerian, termasuk Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, ada Guru Penggerak. Nah IGI dipercayakan menjadi salah satu Organisasi Penggerak,” tandasnya. (Rif)
