
SALAKAN, LUWUK POST – Kepala Desa alias Kades Palam Kecamatan Tinangkung Utara, Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Stibis mengklarifikasi polemik antar Petani sarang walet dari luar dengan Petani Sarang Walet Lokal di Desanya baru-baru ini.
Rusli merasa perlu mempertegas sikapnya sebagai kepala desa dalam polemik itu, dikarenakan dirinya belum memediasi pertemuan, sebagaimana yang dikehendaki petani sarang walet local.
“Saya punya alasan, mengapa sampai hari ini saya belum berani memediasi pertemuan antara kedua pihak,” kata Rusli kepada media ini, Kamis (27/10).
Dia menjelaskan, Sebagai kepala pemerintahan, dirinya tak mau gegabah menuruti permintaan mediasi itu. Beberapa hal yang menjadi alasannya, termasuk ketidaktahuannya tentang regulasi yang mengatur tentang usaha atau izin sarang walet.
“Makanya, ketika dimintakan mediasi, besoknya saya langsung konsultasi dengan beberapa OPD, mulai dari Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Sekretaris Daerah. Namun dijawab oleh sekda, saya tidak berwenang untuk mengundang OPD. Yang punya itu sekda. Makanya saya tunggu,” tutur dia.
Selain kapasitasnya sebagai kepala desa tidak memiliki wewenang untuk memberikan izin, ia juga mengakui hanya memahami bahwa setiap warga negara memiliki kesamaan hak dalam berusaha.
Terkait dengan upaya untuk memprioritaskan masyarakat lokal, dia pun mengatakan, memahami hal itu. Hanya saja, menurutnya, ia perlu mengetahui aturan mainnya.
“Jangan saya mati-matian membela atau mengutamakan petani walet local, tapi ternyata itu hal itu bertentangan dengan hukum. Tentu saya yang akan kena imbasnya. Makanya, saya konsultasikan dengan pemda,” jelas dia.
Dia juga sudah mendengar ada kecurigaan tentang dirinya yang membangun pemufakatan khusus dengan petani walet dari luar itu. Namun Ia menegaskan, sepeserpun dirinya tidak pernah menerima imbalan apa pun itu.
“Lillahi taala, seperspun saya tidak pernah menerima imbalan apa pun dari petani walet dari luar itu. Kalau saya dicurigai. Saya juga siap dibawa ke penegak hukum, kalau memang benar saya menerima imbalan dari petani walet dari luar itu,” tandasnya. (Rif)
