Jelang Ramadhan, Disdagrin Merutinkan Pasar Murah

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST.id — Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) bekerjasama dengan Bulog dan sejumlah toko ritel kembali menggelar gerakan pangan murah bersubsidi melalui pasar murah menjelang bulan suci Ramadhan.

“Selain itu, pelaksanaan pasar murah rutin ini juga dimaksudkan sebagai pengendalian inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat serta menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok,” jelas Kadisdagrin Banggai Natalia Patolemba, Kamis (7/3/2024)

Ia berharap dengan adanya gerakan pangan murah dapat membantu masyarakat khususnya warga berpenghasilan rendah sekaligus sebagai antisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang bulan suci Ramadhan.

“Yang menjadi sasaran pasar murah adalah masyarakat yang secara ekonomi kurang memiliki daya beli sehingga adanya pasar murah dapat menjadi solusi bagi rakyat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan,” ujarnya.

Pada pelaksanaan pasar murah, harga keperluan kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat disediakan dengan harga yang lebih murah daripada harga di pasaran.

Adapun harga bahan pokok yang di jual dengan harga subsidi, antara lain Beras 5 kg Rp59.000, gula pasir 1 kg Rp13.000, minyak goreng 1 liter Rp9.000, kekudian Telur 1 rak Rp49.000, mie instan 5 bungkus Rp10.000, serta tepung terigu 1 kg Rp6.000, dan susu kental manis 1 kaleng Rp7.000.

“Sementara itu tersedia juga gas elpiji 3 kg dengan harga Rp 18.000 dengan syarat membawa KTP dan KK pada saat pembelian,” beber Kadisdagrin.

Antrian Membludak, Salah Seorang Warga Pingsan //

Dalam pantauan media ini, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan pada Kamis (7/3/2024), kurang kondusif dikarenakan masyarakat tidak mengutamakan budaya antri. Sehingga terjadi saling dorong
di lokasi pelaksanaan pasar murah.

Apalagi fasilitas tempat duduk yang disediakan kurang, sehingga mengakibatkan salah satu warga Kelurahan Luwuk Caca (p) 29 tahun yang ikut mengantri mengalami pingsan di lokasi pasar murah.

“Saya belum sarapan, kecapean dan berdesakan antri dan tiba-tiba pusing dan terjatuh (pingsan),” ungkap Caca saat siuman.

Sementara, Rosmini yang merupakan warga Kelurahan Kilongan merasa kegiatan pasar murah yang dilaksanakan sangat membantu meringankan kebutuhan masyarkat. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Disdagrin Banggai.

“Adanya pasar murah ini sangat membantu saya memenuhi kebutuhan bahan pokok untuk kebutuhan menjelang bulan puasa, harapannya agar pasar murah bisa di adakan lebih sering atau di adakan setiap sebulan sekali,” pintanya. (*/TR-01)