LUWUK, LUWUKPOST .id– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banggai melaksanakan Uji Bahan Berbahaya pada 20 Sampel Takjil Ramadhan di beberapa titik wilayah kabupaten Banggai. Ahad (24/3/2024).
Ketua Badan Pom Drs. Darman, Apt., M.P.P.M yang turun langsung mendampingi tim Badan POM menyatakan bahwa kegiatan pengambilan sampel takjil dilakukan pada sejumlah wilayah Kota Luwuk.
“Kami telah melaksanakan uji di beberapa titik, diantara penjual ta’jil di ruas jalan kelurahan Bungin, pusat kuliner Teluk Lalong, dan Juga penjual ta’jil di kelurahan Jole,” tandas Darman.
Selanjutnya, 20 sampel takjil yang terdiri dari es buah, bakso, tahu isi, olahan ikan, ayam, udang dan jajanan tradisional seperti lalampa, apolo dan apang colo dilakukan uji pemeriksaan bahan berbahaya.
“Jadi ada beberapa para meter uji kimia yang kami lakukan, yaitu untuk mendeteksi adanya bahan berbahaya yang dicampurkan dalam makanan,” kata Darman, Apt., M.P.P.M.
Ia mengungkapkan, ada empat macam zat kimia berbahaya yang sering ditambahkan dalam bahan makanan, seperti formalin, borak, mentanil yellow dan rodamint B.
Hasilnya, sebut Darman, dari 20 sampel jajanan takjil berbuka puasa yang diuji itu tidak ada yang terindikasi mengandung zat berbahaya. Jajanan yang diuji dipastikan aman dikonsumsi masyarakat.
“Biasanya yang kita uji itu jajanan yang sering ditambahkan rhodamin, boraks, formalin, metanil yellow. Semuanya tidak ditemukan (di jajanan), jadi hasilnya memenuhi syarat,” kata Darman.(TR01)
