LUWUK, LUWUK POST.ID — Tumpukan sampah pada aliran drainase atau got di sejumlah ruas jalan dalam Kota Luwuk yang acap kali meluap dan membanjiri jalan, disinyalir diakibatkan kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah di kuala mati atau kali mati di dua kompleks yakni di kuala mati kompleks Rajawali dan kompleks Pelita.
Hal itu berdampak sangat buruk ketika hujan, dimana sampah-sampah kiriman dari dua kuala mati tersebut menumpuk sehingga menghalangi aliran air pada drainase di sejumlah jalan.
Yori Binaba, Fungsional Muda Dampak Llngkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai membeberkan setiap kali hujan, air yang mengalir pada drainase terhalang tumpukan sampah kiriman dari kuala mati di dua kompleks tersebut. Seperti di Jalan Ahmad Yani, wilayah pertokoan, kompleks Gelora (Rujab Bupati Banggai) dan MTS.
“Akibatnya, got yang harusnya menjadi saluran pembuangan air ketika hujan menjadi tak berfungsi, bahkan mengakibatkan sampah yang bercampur air hujan membanjiri jalan raya,” terangnya.
Ini menurut Yori, membuktikan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Sosialisasi harus gencar dilakukan pihak kelurahan agar memberikan pemahaman dan disiplin membuang sampah pada tempatnya,” sebutnya.
Apalagi lanjutnya, kepada masyarakat di lokasi bantaran kuala mati. Harus turut berperan aktif mengawasi agar jangan ada lagi warga yang membuang sampah di lokasi kuala mati.
“Kalau pun ada masyarakat yang melihat oknum warga membuang sampah di kuala mati harus langsung menegurnya, jika perlu pihak kelurahan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.
Yori mengungkapkan pentingnya peranan pihak kelurahan yang harus memberikan ketegasan kepada masyarakat untuk jangan lagi berbuat hal-hal yang bisa merugikan kita semuanya, yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya. (*/Asw)
