Dukung Program Gubernur Rusdy, Dishut Kembangkan Program Hutan Rakyat

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUKPOST – Dinas Kehutanan (Dishut) Propinsi Sulawesi Tengah bersama jajaran aparatur Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di daerah turut berperan aktif dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah.
Peran aktif Dishut Sulteng tersebut diantaranya melalui program perhutanan sosial, sebagai pelaksanaan program pemerintah yang berpihak pada perputaran ekonomi rakyat berbasis lingkungan demi pemulihan ekonomi nasional.
Pelaksanaan program perhutanan sosial tersebut diantaranya melalui kegiatan distribusi bibit produktif, rehabilitasi hutan dan lahan, bantuan sarpas alat ekonomi produktif, dan penanaman mangrove, Program Kebun Rakyat (KBR) serta Kebun Bibit Desa (KBD).
Program perhutanan sosial ini adalah pemberian akses kelola kepada masyarakat di dalam kawasan hutan selama 35 (tiga puluh lima) tahun dan bisa diperpanjang selama 35 (tiga puluh lima) tahun melalui skema hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan adat dan kemitraan kehutanan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, ST.,MM dalam laporan pelaksanaan kegiatan penyerahan bibit produktif bagi petani hutan di Kabupaten Banggai, Rabu (22/5/2024), dihadapan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyebutkan, bahwa di Provinsi Sulawesi Tengah terdapat 188 izin perhutanan sosial atau ±113,769,8 ha lahan hutan yang bisa dikelola oleh masyarakat dengan jumlah kepala keluarga kurang lebih 35.923 KK.
Di samping itu terdapat 453 Kelompok Tani Hutan yang tersebar di 13 KPH dengan berbagai macam produk hasil hutan bukan kayu.
“Dengan nilai transaksi ekonomi tahun 2023 sebesar Rp 6.335.000.000. Dan untuk tahun ini, sampai dengan April 2024 telah mencapai 2.790.834.000 diorganisir oleh 73 penyuluh kehutanan,” ucap Muhammad Neng.
Untuk diketahui bersama, rinci Muhammad Neng, Propinsi Sulteng memiliki luas hutan ±4.271.303 ha atau 65,88 persen dari luas daerah tersebut. Terdapat 1.501 desa di dalam dan sekitar hutan (74,31 persen) dari total 2.020 desa di Sulteng.
“Yang tentunya akan terus kita sasar dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan melalui program perhutanan nasional,”jelasnya.
Selain program-program yang disebutkan, lanjut Muhammad Neng, Dishut Sulteng juga terus mengembangkan program pengembangan hutan rakyat yang dilakukan secara padat karya, melalui pemberian bantuan sarpas, alat ekonomi produktif.
“Sesuai dengan visi dan misi Bapak Gubernur Tahun 2021- 2026 yakni Gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang sejahtera dan lebih maju,” imbuhnya.
Dinas Kehutanan pun berkontribusi terhadap misi ke-3 Gubernur yaitu mewujudkan peningkatan sejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan serta misi ke-6 yakni menjaga harmonisasi manusia dan alam sebagai wujud pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura menilai sesuai dengan yang di sampaikan oleh Kadishut Provinsi Sulawesi Tengah bahwa terdapat kurang lebih 113.769,8 ha lahan hutan yang bisa di kelola oleh masyarakat.
“Lahan yang cukup luas ini dapat di kelola untuk ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti durian, alpokat, kemiri, pala, coklat dan tanaman lainnya dalam rangka mendukung kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN),” ajaknya.
Rusdy berpesan kepada para kelompok masyarakat dan kelompok petani hutan untuk segera melakukan penanaman pohon atau bibit buah yang telah di berikan, baik di lingkungan tempat tinggal ataupun penyerahan bibit pohon kepada kelompok tani kehutanan sehingga perkebunan bisa menjadi pendapatan ekonomi baru sekaligus juga untuk menjaga lingkungan dan menghijaukan serta dapat meningkatkan oksigen, meningkatkan cadangan air, serta penurunan gas rumah kaca.
“Mari bersama dalam menjaga dan melestarikan hutan di sekitar kita,” tutup Gubernur Rusdy. (*/TR01)