Di bawah kepemimpinan Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Dr. Sutrisno K. di periode keduanya, geliat internasionalisasi kampus tampak semakin kuat sepanjang tahun 2025.
Dalam setahun terakhir, Unismuh Luwuk tercatat telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuh negara berbeda, mencatatkan sejarah baru dalam perluasan jaringan global kampus.
Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Kerja Sama, Suma K. Saleh, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan bagian dari visi besar Unismuh Luwuk untuk memperluas ruang gerak kampus di tingkat regional dan internasional.
“Sepanjang tahun 2025, Unismuh Luwuk telah melakukan kerja sama dengan tujuh negara. Semua MoU ini bukan sekadar seremoni, tetapi sudah mulai berjalan melalui peningkatan akademik, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi dosen,” ujar Suma K. Saleh.
Daftar Kerja Sama Unismuh Luwuk Tahun 2025
Kerja Sama Nasional (2):
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Kerja Sama Internasional (7):
Universiti Malaysia Kelantan
General de Jesus College, Filipina
AECI Thailand
Dongseo University, Korea Selatan
University of the Qur’an and Islamic Studies, Hadhramaut – Yaman
UNISIRAJ
UMAM
Kerja Sama Daerah & Provinsi (4):
Asuransi Bumi Putra
Mitra BPJS
Telkomsel
BPOM
Suma k Saleh menegaskan bahwa kerja sama internasional bukan hanya sebatas penandatanganan, tetapi sudah memberikan dampak langsung bagi sivitas akademika.
Program pertukaran mahasiswa dengan universitas luar negeri mulai berjalan sejak pertengahan tahun.
Di sisi lain, sejumlah dosen juga mulai terlibat dalam kolaborasi riset dan pengabdian lintas negara.
“Kita ingin mahasiswa Unismuh Luwuk memiliki pengalaman global. Begitu pun dosen, mereka harus hadir dalam percakapan akademik internasional,” tegasnya.
Tidak berhenti pada tujuh negara, Unismuh Luwuk terus memperluas langkah. Suma K. Saleh mengungkapkan bahwa tahun depan kampus berencana membuka hubungan baru dengan beberapa negara, termasuk Timor Leste.
“Kami ingin memperkuat kolaborasi, baik untuk pengembangan akademik maupun kemitraan riset. Timor Leste dan beberapa negara Asia lainnya sedang kita siapkan untuk MoU baru,” ungkapnya.
Di waktu yang sama, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, menegaskan bahwa kampus tengah mengarahkan fokus kolaborasi ke kawasan Asia.
Menurutnya, negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur memiliki kesesuaian visi dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami akan terus membuka ruang kerja sama internasional, terutama di Asia. Salah satu target berikutnya adalah Vietnam. Negara ini punya perkembangan pendidikan yang cukup pesat, dan kami ingin hadir dalam jejaring itu,” kata Rektor.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan komitmen Unismuh Luwuk untuk membawa kampus naik kelas dari kampus regional menuju kampus berdaya saing global.
Melalui langkah agresif memperluas mitra internasional, Unismuh Luwuk menunjukkan bahwa kampus di daerah pun mampu bersuara dalam percaturan pendidikan global.
Dengan semangat kolaborasi, peningkatan mutu akademik, serta komitmen memperluas akses mahasiswa ke dunia internasional, kampus Muhammadiyah di jantung Kabupaten Banggai ini terus memantapkan diri sebagai “Kampus Hijau yang Mendunia.” ***

Komentar