Devi Natalia Kojansow (37), warga Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, berbagi pengalaman positifnya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sangat memudahkan hidupnya, terutama dalam hal pembiayaan kesehatan.
Devi merasakan betul manfaat dari program ini, di mana biaya pengobatan yang semula akan membebani keuangan keluarganya, kini bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Devi menceritakan pengalaman berharga yang dia alami saat melahirkan anak ketiganya pada tahun 2021. Pada awalnya, Devi berencana untuk menggunakan Program JKN untuk membiayai proses persalinan, karena ia mengetahui bahwa biaya persalinan, baik secara normal maupun caesar, dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Namun, situasi pandemi Covid-19 yang sedang merebak membuatnya panik dan khawatir untuk melahirkan di rumah sakit umum yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Waktu itu memang saya sangat panik karena Covid-19 sedang sangat marak. Banyak informasi yang membuat saya khawatir, jadi saya memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit swasta. Sayangnya, rumah sakit tersebut belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, jadi saya harus membayar biaya persalinan secara mandiri,” cerita Devi mengenang saat-saat kelahiran anak ketiganya.
Devi mengungkapkan rasa penyesalannya karena akhirnya harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk persalinan tersebut. Ia mengatakan bahwa biaya operasi caesar yang harus ia tanggung hampir mencapai Rp20 juta, sebuah jumlah yang sangat besar bagi keluarga mereka. Padahal, jika ia menggunakan BPJS Kesehatan, biaya tersebut seharusnya bisa dijamin sepenuhnya, sehingga uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga lainnya.
“Seharusnya saya menggunakan BPJS Kesehatan, karena semuanya bisa ditanggung, baik itu biaya persalinan normal maupun operasi caesar. Namun karena panik, saya memilih rumah sakit swasta yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Akhirnya, saya harus mengeluarkan hampir 20 juta untuk operasi caesar dan perawatan lainnya. Ini tentu sangat menguras keuangan kami,” tambah Devi dengan nada menyayangkan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Devi kini sangat menyarankan ibu-ibu yang akan melahirkan untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan agar tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk biaya persalinan. Menurutnya, biaya persalinan tidak sedikit, terlebih jika harus menjalani tindakan medis yang lebih kompleks seperti operasi caesar.
Dengan BPJS Kesehatan, biaya-biaya tersebut bisa ditanggung sepenuhnya, yang tentunya sangat membantu kondisi keuangan keluarga.
“Bagi ibu-ibu yang akan melahirkan, terutama yang mungkin perlu operasi, saya sarankan menggunakan BPJS Kesehatan. Dengan BPJS, semua biaya bisa ditanggung. Kalau tidak, kita bisa dipaksa mengeluarkan biaya yang sangat besar, seperti yang saya alami. Jadi, lebih baik menggunakan BPJS Kesehatan untuk menghindari beban biaya yang tinggi,” tegas Devi.
Selain itu, Devi juga mengungkapkan bahwa saat ini anak keduanya rutin memanfaatkan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Anak keduanya sedang menjalani perawatan gigi karena ada masalah pada gusi dan gigi yang menyebabkan rasa sakit.
Devi mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan oleh BPJS Kesehatan, terutama karena seluruh biaya perawatan, termasuk obat-obatan, ditanggung sepenuhnya.
“Anak saya yang kedua sekarang yang rutin memakai BPJS Kesehatan. Giginya berlubang dan gusinya bengkak, jadi susah makan dan minum. Kami sudah hampir tiga bulan kontrol dan perawatan di rumah sakit setiap dua minggu sekali.
Semua biaya perawatan, termasuk obat-obatannya, sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Pelayanan yang saya terima juga sangat baik, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujar Devi dengan rasa puas.
Devi pun menekankan bahwa layanan BPJS Kesehatan sangat memadai dan sudah sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan kesehatan keluarganya. Ia berharap lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan program ini agar tidak terbebani dengan biaya kesehatan yang tinggi.
