Asrama Mahasiswa Banggai di Manado Diresmikan

Luwukpost.id -

Pemerintah Kabupaten Banggai meresmikan Asrama Mahasiswa Kabupaten Banggai di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Sabtu (31/5).

 

Peresmian dilakukan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah yang turut hadir, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman, Kepala Bagian Organisasi, serta Kepala Bagian Pemerintahan.

Pj Sekda Ramli Tongko mengatakan, asrama ini dibangun khusus untuk mahasiswa asal Kabupaten Banggai yang sedang menempuh pendidikan di Manado. Bangunan ini dilengkapi dengan 12 kamar tidur, dan saat ini sudah dihuni oleh sembilan orang mahasiswa. Kehadiran asrama ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi mahasiswa perantauan, serta menciptakan ruang tinggal yang kondusif untuk belajar dan bertumbuh bersama.

 

Ramli Tongko menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada warga sekitar yang telah membuka diri terhadap kehadiran mahasiswa asal Banggai. Ia juga menitipkan harapan besar kepada para penghuni asrama agar mampu menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

“Terima kasih kepada tetangga-tetangga yang ada di sekitar asrama, karena telah menerima anak-anak kami,” katanya.

Ia berharap adik-adik mahasiswa, untuk mengelola asrama ini dengan baik, karena sudah dibangun dengan baik oleh pemerintah daerah untuk kalian semua.

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan, anak-anakku sekalian telah menyelesaikan kuliah dan dapat memberi manfaat serta membangun Kabupaten Banggai yang kita cintai,” ungkapnya.

Intan Puspita, Ketua Ikatan Mahasiswa Luwuk Banggai di Manado, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberadaan asrama ini memberikan solusi nyata bagi mahasiswa yang kesulitan membayar biaya tempat tinggal di Manado.

 

“Mahasiswa bisa tinggal di asrama tanpa perlu membayar kos. Harga kos di Manado mahal-mahal, sedangkan di asrama cukup membayar iuran listrik dan sampah,” jelasnya.

Asrama ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol dukungan moral dan sosial dari daerah asal bagi para mahasiswa. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banggai berencana memperluas fasilitas serupa di kota-kota lain tempat mahasiswa Banggai menempuh pendidikan, sebagai bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.(*)

Komentar