Mahasiswa Magang Kerja Mandiri (MKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, mengadakan program kerja (Proker) tentang Kelas Literasi Media : Cerdas Menghadapi Informasi Digital.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari salah satu Jurnalis media Harian Luwuk Post, Kodrat dan Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Luwuk; Adrian Kede, S.I.Kom., M.I.Kom, yang berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Luwuk Banggai, pada Kamis, 12 Juni 2025.
Puluhan siswa-siswi MAN 1 Luwuk secara antusias mengikuti program literasi digital ini. Selama kegiatan berlangsung mereka menerima sejumlah materi pemahaman seputaran dasar jurnalistik dan bagaimana seorang pelajar bersikap cerdas dalam menghadapi informasi digital saat ini.
Dalam materi bersikap cerdas digital, Adrian Kede memaparkan tentang bagaimana kondisi informasi saat ini yang begitu cepat menyebar luas. Di antaranya melalui platform digital seperti media sosial, blog, dan aplikasi berita.
Hanya saja kata Dosen muda FISIP itu, tidak semua informasi yang diterima lantas dikatakan tergolong akurat.
“Banyak informasi menyesatkan seperti hoaks, provokasi, dan misinformasi yang dapat membahayakan individu maupun masyarakat,” kata Adrian.
Sehingganya, sambung dia, sebagai generasi digital sebaiknya memiliki kecerdasan dalam menghadapi informasi yang ditemui setiap harinya.
Maksudnya, dengan kemampuan kecerdasan yang dimiliki dalam menghadapi digital, tentu dapat membedakan jenis-jenis informasi seperti fakta, opini, konten, edukatif versus profokatif hingga mana berita asli dan hoaks.
“Pasalnya ketidakmampuan menyaring informasi dapat menyebabkan dampak negatif, seperti menyebarkan hoaks, menjadi korban penipuan digital, terlibat dalam cyberbullying, bahkan terpapar konten radikal,” terang Adrian.
Dalam pemaparannya juga, Adrian turut memberikan lima tips keterampilan utama yang dapat menjadikan seseorang bisa cerdas saat menghadapi informasi digital.
Di antaranya memiliki kemampuan mengakses informasi secara benar, menganalisis dan mengevaluasi keabsahan informasi, menciptakan konten positif, serta berpartisipasi aktif dan bijak saat menggunakan digital.
” Di mana sebagai generasi muda di era digital diharapkan mampu menggunakan bahasa yang sopan, menghormati privasi orang lain, dan menghindari penyebaran kebencian sebagai wujud dari tanggung jawab seorang warga,” tambahnya.
Diakhir pemaparannya, dirinya mengajak peran pemuda agar dapat menjadi generasi yang cerdas digital, mampu menyaring informasi dan hindari perilaku penyebar hoaks.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Jurnalis Harian Luwuk Post, Kodrat, turut memberikan pemahaman tentang teknik dasar jurnalis.
Dirinya menyampaikan peran Jurnalistik dalam mengolah, mengumpulkan, menyusun hingga menerbitkan atau menyebarluaskan sebuah informasi secara fakta dan data.
Ia juga memberikan pemahaman secara singkat mengenai teknik dalam penulisan yang telah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ), sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Di samping itu, dirinya mengingatkan agar masyarakat dapat menyaring informasi yang kian marak berseliweran di berbagai media. Di mana sebuah informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dirinya berharap, dengan adanya pemahaman tentang seputaran dasar jurnalistik, dapat memberikan manfaat secara luas dalam menerima informasi yang belum diketahui kebenarannya. ***

Komentar