Program Inovasi Pelayanan Dispusip Banggai Sukses Dongkrak Minat Kunjungan Masyarakat

Luwukpost.id -

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banggai menjadi pelopor peningkatan pelayanan terbaik berkat berbagai program inovatif yang berhasil menarik minat masyarakat luas. Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah layanan cetak gratis bagi seluruh pengunjung, baik mahasiswa maupun siswa, yang membutuhkan dukungan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

Kepala Dispusip Kabupaten Banggai, Benyamin Pongatu, mengungkapkan pada Rabu (25/6) bahwa program-program unggulan ini tidak hanya berhasil menarik pengunjung dari berbagai kalangan, tetapi juga meningkatkan minat baca melalui koleksi buku yang selalu diperbarui.”Ini telah menumbuhkan semangat gemar membaca di kalangan mahasiswa, siswa, bahkan hingga anak-anak TK,” ujar Benyamin.

Kepala Dispusip Banggai, Benyamin Pongatu mendampingi jajarannya saat melayani pengunjung. [Foto: Aswar Poibara /Harian Luwuk Post]
Menurut Benyamin, yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan, perpustakaan ini telah menjadi ikon Kabupaten Banggai, menarik minat masyarakat dari kecamatan-kecamatan tetangga seperti Bunta dan Nuhon untuk datang berkunjung.

Data kunjungan perpustakaan menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2021, jumlah pengunjung mencapai 1.586 orang. Meskipun sempat mengalami penurunan menjadi 762 orang pada tahun 2022, kunjungan kembali naik menjadi 1.064 orang pada tahun 2023. Lonjakan drastis terjadi pada tahun 2024, mencapai 1.664 orang, berkat inisiatif pegawai perpustakaan yang melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di tengah proses pembangunan kantor.

“Hingga Juni 2025 (triwulan kedua), kami mencatat lonjakan sangat signifikan, yaitu 3.268 pengunjung,” tambah Benyamin.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan representasi keberhasilan visi dan misi Bupati dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Kabupaten Banggai.

Walau mengalami peningkatan signifikan dalam hal pelayanan dan kunjungan, Benyamin tak menampik bahwa dinas yang dipimpinnya masih menghadapi kekurangan staf, khususnya dalam tenaga teknis pustakawan dan arsiparis.

“Hari ini Dispusip kekurangan staf, pustakawan tinggal seorang, itu pun telah mendekati masa purna tugas. Kemudian tenaga arsip yang seyogyanya minimal 10 orang, saat ini tinggal satu orang,” bebernya.

Benyamin mengungkapkan, kendala tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya BKPSDM Banggai akan membuka penerimaan pegawai, khususnya untuk posisi pustakawan.

Selanjutnya, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, Mursyidah Muslich M.Kes, menambahkan bahwa selain program-program inovasi yang telah dijelaskan oleh Kadispusip, Dispusip juga memiliki program inovasi lain bernama BERISTRI (Berbagi Literasi). Ini adalah program tahun 2024 yang akan terus ditindaklanjuti. Selain itu, fasilitas komputer untuk layanan cetak gratis akan diperbanyak.

“Kami juga akan menyediakan buku-buku elektronik yang dapat diakses masyarakat untuk menambah wawasan literasi,” tutur Mursyidah.

Dinas Perpustakaan menargetkan penambahan 15 unit printer gratis pada triwulan keempat dan pengembangan koleksi buku elektronik. Selain itu, Dispusip menargetkan pada tahun 2026, perpustakaan akan beroperasi dari setelah Magrib hingga pukul 21.00 WITA setiap hari kerja, Senin hingga Jumat.

Atas keberhasilan inovasi Perpusip Banggai sejumlah masyarakat pun menyampaikan dukungan dan apresiasi, sebagaimana yang disampaikan Imanullwela, seorang mahasiswi semester 6 yang mengaku sangat menikmati pelayanan dan fasilitas dari Dispusip.

“Pelayanan dinas ini termasuk baik dan nyaman untuk mencari buku serta mengerjakan tugas kampus,” ujarnya. “Saya hampir setiap hari selalu ke perpustakaan pada hari kerja untuk membaca buku yang terbilang cukup lengkap, khususnya untuk jurusan saya.”

Senada dengan Imanullwela, Rusli, seorang mahasiswa Universitas Tompotika (Untika), mengungkapkan ketertarikannya pada koleksi buku sejarah yang lengkap dan pelayanan yang baik.
“Apalagi kami diberikan gratis cetak kertas sebanyak 50 lembar. Ini sangat membantu kami,” tutup Rusli. (*/Asw)

Komentar