Hari pertama masuk sekolah, sebanyak delapan puluh empat anak mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di SD Negeri (SDN) 4 Luwuk, Banggai, pada Senin, 7 Juli 2025.
Pelaksanaan MPLS ini dikatakan bakal berlangsung selama dua Minggu mendatang. Sebagaimana di ketahui, MPLS bertujuan untuk menyesuaikan dan mengenalkan lingkungan sekolah bagi anak baru.
Di hari pertama, tampak antusias orang tua menemani sang buah hati atau putra-putrinya yang baru saja pertama kali masuk pada jenjang SD.
Kegiatan MPLS di SD 4 juga dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Disdikbud) Banggai, Ichwan D.J. Amatahir, S.Pd, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Banggai, Syafrudin Hinelo.
Ichwan menyampaikan bahwa tujuan MPLS guna memberikan pengenalan terhadap anak baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Sehingganya, kata dia, orang tua tak perlu khawatir lagi untuk menjaga anak-anaknya nanti. MPLS, sambung dia, bertujuan pula untuk merubah kebiasaan lama, dengan mengikuti proses ini diharapkan dapat menjadikan anak lebih berkarakter dan mandiri.
Maka untuk merubah hal tersebut, Ichwan menekankan agar tenaga pendidik maupun guru dapat berperan aktif dan merubah pola kebiasaan lama anak didik baru. Sebab pelaksanaan MPLS ini, para guru hingga stafnya dapat memberikan penilaian terhadap karakter anak dalam menghadapi kenaikan semester kelas nanti.
“Untuk merubah pola itu, tentu dibutuhkan juga peran penting, kerjasama dan kolaborasi antar orang tua selama MPLS ini berlangsung,” ujar Ichwan.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa jumlah atau kuota penerimaan peserta didik baru pada masing-masing sekolah itu berdasarkan prosedur yang telah ditentukan. Bukan berarti menolak melainkan untuk menyesuaikan sarana prasarana (Sarpras) yang ada.
“Dengan begitu anak-anak lebih efektif atau maksimal dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya.
Berkaitan dengan Sarpras juga, Ichwan mengungkapkan bahwa tahun ini nantinya Disdikbud Banggai tengah fokus dalam peningkatan Sarpras. Terutama di SD Negeri 4 Luwuk.
Melihat jumlah secara keseluruhan siswa-siswi sebanyak 506, kata Ichwan, pihak Dinas telah berencana menambah ruang Water Closed alias WC bagi murid. Tak hanya itu, tak lama lagi akan ada revitalisasi pagar sekolah.
“Bahkan peralatan pendidikan lainnya, dalam hal ini sebagai penunjang atau pemenuhan kebutuhan para murid,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Ichwan mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada orangtua murid, di mana telah mempercayakan dan menyekolahkan anak-anaknya di SD Negeri 4 Luwuk.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 4 Luwuk, I Wayan Sudana, turut menyampaikan selamat datang kepada peserta didik baru dan orang tua yang telah bergabung bersama SD Negeri 4 Luwuk.
Dalam laporannya, Kepsek mengatakan kegiatan MPLS akan dilaksanakan selama kurang lebih dua Minggu, terhitung sejak hari ini, Senin-Sabtu, 7-19 Juli 2025 mendatang.
Selama proses MPLS berlangsung, peserta didik nantinya akan mengikuti berbagai program. Di mana mereka akan mendapat bimbingan hingga pembentukan karakter untuk merubah kebiasaan lamanya.
“Selama proses MPLS, mereka akan diajarkan berbagai program, salah satunya bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan mengonsumsi makanan yang bergizi,” ucapnya.
Wayan menyebutkan bahwa tahun ini sekolah SD Negeri 4 Luwuk terbilang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kali ini pihaknya telah menerima peserta dengan status seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Wayan menganggap ini menjadi apresiasi yang baik terhadap sekolah yang dinahkodainya. Bagaimana tidak, jika dua tahun sebelumnya, jumlah peserta perempuan lebih banyak mendominasi.
“Namun tahun ini, kami banyak menerima laki-laki dengan jumlah seimbang. Di mana peserta didik laki-laki berjumlah 43 dan perempuan 41. Sementara total peserta didik baru berjumlah 84,” pungkasnya. ***

Komentar