Sambangi BRI, Andhika Amir Soroti Serapan Anggaran, KMP dan Lonjakan Pinjaman Online

Luwukpost.id -

PALU, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn, melaksanakan kegiatan reses ke salah satu bank milik pemerintah (Himbara) Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mengoptimalkan serapan anggaran pemerintah pusat bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mencari solusi atas kendala Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang menghambat masyarakat mengakses permodalan.

Sorotan tersebut disampaikan Andhika Amir, yang merupakan Anggota Komite IV DPD RI, saat melakukan kunjungan kerja reses di Kantor BRI Cabang Palu, pada Jumat (10/10/2025). Kedatangan senator dari Sulawesi Tengah ini disambut langsung oleh Kepala Cabang BRI Sulawesi Tengah, Budi Prastiyono.

Dalam dialognya, Andhika Amir mempertanyakan sejauh mana realisasi serapan anggaran hingga Rp200 triliun dari Kementerian Keuangan yang disalurkan melalui perbankan. Ia juga menyoroti fenomena lonjakan pinjaman online (pinjol) di masyarakat, yang dinilainya terjadi akibat sulit dan berbelit-belitnya proses pengajuan pinjaman di bank.

“Banyak keluhan masyarakat yang sulit mengakses pinjaman bank. Padahal mereka punya usaha dan butuh modal. Ini yang harus jadi perhatian pihak perbankan,” tegas Andhika.

Selain itu, ia juga mendalami kesiapan BRI dan bank Himbara lainnya dalam mendukung program strategis seperti Makan Siang Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang BRI Sulteng, Budi Prastiyono, mengklaim bahwa BRI adalah salah satu bank dengan penyerapan anggaran tercepat di Sulteng, dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) rata-rata mencapai Rp51 miliar per bulan. Namun, ia mengakui minimnya sosialisasi program KUR di lapangan.
Kendala utama yang dihadapi masyarakat dalam mengakses pembiayaan, lanjut Budi, adalah masalah data SLIK, terutama bagi warga korban gempa 2018.

“Setelah gempa 2018, banyak warga ingin bangkit dengan modal usaha, tapi data SLIK mereka masih tercatat bermasalah. Akibatnya, secara sistem belum bisa diakomodir kecuali data itu dihapus oleh OJK atau lembaga kredit sebelumnya,” jelas Budi.

Pihak BRI pun berharap Andhika Amir dapat membantu mencarikan solusi terkait kendala SLIK ini. “Kami berharap Pak Andhika bisa bantu mencarikan solusi terkait masalah SLIK ini. Kasihan masyarakat, karena terkendala sistem, akhirnya tidak bisa dapat pinjaman,” tambahnya.
Terkait program Koperasi Merah Putih (KMP), Budi mengungkapkan bahwa saat ini pengajuan pinjaman dari koperasi masih sedikit dan pihaknya masih fokus pada pelaksanaan program Makan Siang Gratis (MBG) yang tengah berjalan. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari kegiatan reses DPD RI untuk menyerap aspirasi sekaligus memantau pelaksanaan program pemerintah di daerah. (*/Asw)

Komentar