Kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan agama tingkat pascasarjana menjadi pendorong utama Unismuh Luwuk mengajukan pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dorongan tersebut muncul dari ribuan alumni FAI yang selama bertahun-tahun kesulitan melanjutkan studi karena keterbatasan pilihan kampus.
Hal ini disampaikan Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, dalam asesmen dan visitasi pembukaan Magister PAI yang digelar di Ruang Pasca Sarjana, Selasa (25/11).
“Permintaan masyarakat terus datang. Alumni kami sudah ribuan dan mereka butuh ruang melanjutkan studi tanpa harus menempuh perjalanan 600 kilometer ke Palu,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, kebutuhan pendidikan agama semakin mendesak di era disrupsi digital, di mana penguatan nilai keagamaan menjadi benteng utama keluarga dan masyarakat.
Ia juga menilai bahwa tingginya minat masyarakat merupakan indikator kuat bahwa kehadiran Magister PAI akan memberikan dampak langsung bagi pengembangan SDM keagamaan di Banggai dan daerah sekitar.
Rektor optimistis bahwa apabila izin segera terbit, pembukaan pendaftaran mahasiswa baru dapat dimulai tahun ajaran mendatang. ***

Komentar