JKN Jadi Penolong Keluarga Saat Darurat

Luwukpost.id -

Jamkesnews – Rasa panik langsung menyelimuti Juliati ketika melihat tangan
suaminya robek cukup parah akibat terkena benda tajam saat bekerja di kebun. Dalam situasi
yang serba mendesak itu, ia hanya fokus agar suaminya segera mendapatkan pertolongan
medis.
“Waktu lihat lukanya, saya benar-benar takut. Pikiran saya cuma satu, bagaimana suami bisa
cepat ditangani. Soal biaya, saya bahkan tidak sempat memikirkan,” kenang Juliati. Ia
bergegas membawa suaminya ke Puskesmas Batui, berharap pelayanan darurat dapat
diberikan dengan cepat.
Dari kejadian tersebut, Juliati (37) akrab disapa Uli, makin memahami bahwa jaminan
kesehatan bukan hanya kebutuhan, tetapi perlindungan penting bagi keluarga. Warga Desa
Ondo Ondolu, Kecamatan Batui ini telah menjadi peserta JKN sejak 2019 sebagai peserta
tanggungan aparat desa. Fasilitas kesehatan tingkat pertamanya adalah Puskesmas Batui,
yang selama ini menjadi tempat ia dan keluarganya memeriksakan kesehatan.
Sesampainya di puskesmas, petugas segera memberikan tindakan awal sebelum merujuk
suaminya ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Uli mengaku pelayanan berlangsung
cepat dan profesional, tanpa kendala administratif. Yang membuatnya sangat lega, ia tidak
mengeluarkan biaya sepeser pun.
“Saya bisa fokus mendampingi suami. Dengan adanya BPJS Kesehatan, kekhawatiran soal
biaya itu hilang. Rasanya benar-benar terbantu,” ujar Uli
Tidak hanya dalam kondisi darurat, Uli juga merasakan manfaat JKN ketika membawa
anaknya berobat. Sejak menjadi peserta, ia tidak pernah dibebankan biaya layanan.
Menurutnya, kualitas pelayanan baik di puskesmas maupun di rumah sakit selalu
memuaskan.
“Petugasnya ramah, melayani cepat, dan tidak pernah membeda-bedakan. Kami merasa
dihargai dan sangat terbantu,” tambahnya.
Uli menilai banyak masyarakat di sekitarnya masih dihantui kekhawatiran ketika sakit datang
tiba-tiba. Mulai dari biaya pengobatan yang tinggi, tindakan medis mendadak, hingga
ketidakpastian apakah mereka memiliki tabungan yang cukup.
“Kalau tidak punya BPJS Kesehatan, entah bagaimana kami membayar biaya operasi suami
dan untuk pelayanan kesehatan lainnya ketika saya dan keluarga sakit. Program ini benar-benar meringankan beban masyarakat kecil,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak warga memahami pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN.
“Sakit itu tidak bisa ditebak. Dengan BPJS Kesehatan, kita punya perlindungan yang sangat
berarti ketika keadaan sedang sulit, sehingga kita tidak merepotkan keluarga lagi untuk
memikirkan dan mencari biaya. Sejak menjadi peserta JKN hidup saya menjadi lebih aman
dan tenang” tutup Uli. (IS/as)

Komentar