Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk menggelar Wisuda Angkatan XXIII untuk lulusan sarjana strata satu, sekaligus Angkatan I bagi lulusan Magister Manajemen. Tujuh ratus anak muda—dengan cerita, doa, dan perjuangan masing-masing—resmi dipanggil pulang oleh masa depan.
Wisuda digelar dalam dua sesi. Pagi hingga siang hari, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum mengawali langkah. Siang beranjak sore, lima fakultas lain menyusul: Teknik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Agama Islam, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Pertanian dan Perikanan. Satu per satu nama disebut. Satu per satu senyum dan haru bertemu.
Tahun ini, Unismuh Luwuk meluluskan 700 wisudawan: 629 sarjana dan 71 magister manajemen. Dari mereka, terpilih 16 lulusan terbaik—mereka yang bukan hanya menuntaskan studi, tetapi juga menjaga mutu ikhtiar.
Di Program Studi Magister Manajemen, nama Nuraeni Ali, M.M. berdiri paling depan. IPK sempurna 4,00 ia raih dalam waktu dua tahun. Perempuan kelahiran Palu, 5 Mei 1985 ini, membuktikan bahwa ketekunan tak mengenal usia.
Dari Program Studi Manajemen, Muhibuddin Ahmadi, S.M. mencatat IPK 3,95 dengan masa studi empat tahun. Lahir di Jember, 28 April 2003, ia membawa semboyan hidup yang tegas: hidup mulia atau mati syahid.
Pada Program Studi Akuntansi, Indriyani, S.Ak. menorehkan IPK 3,88. Lahir di Sambiut, 24 April 2002, ia menautkan prestasinya dengan keyakinan: barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya dimudahkan jalannya.
Dari Fakultas Hukum, Rizka Amelia Imani, S.H. dinobatkan sebagai lulusan terbaik Prodi Ilmu Hukum. IPK 3,89 ia raih dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Ia lahir di Luwuk, 8 November 2003—kota yang kini menjadi saksi capaian awalnya.
Di Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, nama Andi Moh. Mufti mencuat dengan IPK 3,92. Lahir 23 April 2003, ia menyelesaikan studi empat tahun dengan disiplin seorang atlet dan tekad seorang pendidik.
Kessya Mauren, S.Pd. menjadi yang terbaik di Pendidikan Biologi, dengan IPK 3,96. Lahir di Tondoklitak, 14 November 2003, ia menuntaskan studi dalam 3 tahun 11 bulan.
Dari Pendidikan Bahasa Inggris, Fatimah Nonsi, S.Pd. meraih IPK 3,98. Lahir di Luwuk, 5 September 2003, ia menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 9 bulan—cepat dan nyaris sempurna.
Pada Teknik Sipil, Sitti Nur Cahya Talata mencatat IPK 3,95. Ia lahir di Nambo Padang, 21 Juli 2003, dan menyelesaikan studi dalam 3 tahun 11 bulan.
Di Teknik Industri, Anggrainy Eka Setiawati Baduddin menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,88. Lahir di Luwuk, 20 September 2002, ia menuntaskan studi selama empat tahun.
Dari Ilmu Pemerintahan, Riski A. Maladjuna mencetak IPK 3,98. Lahir di Salangano, 23 April 2000, ia menutup masa studi empat tahunnya dengan prestasi gemilang.
Pada Ilmu Komunikasi, Julistry Langapa tampil sebagai lulusan terbaik. IPK 3,95 ia raih dalam empat tahun. Ia lahir di Asaan, 2 Mei 2002.
Di Pendidikan Agama Islam, Ringki Sumarni, S.Pd. meraih IPK 3,95. Lahir di Lembah Keramat, 1 Maret 2003, ia menuntaskan studi dalam empat tahun.
Untuk Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Mirnawati, S.Pd. mencatat IPK 3,97. Lahir di Gunung Keramat, 15 Oktober 2002, ia menyelesaikan studi tepat empat tahun.
Pada Agroteknologi, Muhamad Arif menjadi yang terbaik dengan IPK 3,88. Ia lahir di Jaya Makmur, 13 Januari 2001, dan menyelesaikan studi dalam empat tahun.
Di Agribisnis, Fatma Dawaso meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,73. Lahir di Bulagi, 24 Januari 2003, ia menutup babak studi sarjananya dengan penuh syukur.
Terakhir, dari Budidaya Perairan Perikanan, Ramadan Usman mencatat IPK 3,97—sebuah angka yang lahir dari ketekunan dan kesabaran.
Keenam belas lulusan terbaik ini menerima piagam penghargaan dan suvenir yang diserahkan langsung oleh Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa. Namun lebih dari sekadar piagam, mereka membawa pulang kepercayaan: bahwa ilmu, jika dijaga dengan akhlak, akan menemukan jalannya sendiri di tengah masyarakat.

Komentar