Usai Pelepasan, Mahasiswa KKN Untika Luwuk Matangkan Kesiapan Posko dan Program

Luwukpost.id -

Seluruh peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk mengikuti konsolidasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bagian dari persiapan sebelum turun ke lokasi penempatan.

Konsolidasi tersebut dilakukan setelah seluruh peserta dilepas secara resmi oleh Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, dalam rangka penguatan kesiapan para peserta KKN.

Konsolidasi tersebut membahas berbagai aspek kesiapan mahasiswa, termasuk administrasi posko dan pembentukan struktur organisasi selama pelaksanaan KKN-PPM.

Ketua Panitia KKN-PPM angkatan ke-33 tahun 2026, Marno Hipan, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan resmi oleh Rektor Untika Luwuk, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman penempatan.

“Setelah pelepasan, tahap berikutnya adalah pengumuman penempatan mahasiswa di Kecamatan atau desa masing-masing,” ujar Marno, Rabu (8/4)

Ia menjelaskan, konsolidasi juga menjadi forum koordinasi antara dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

“Konsolidasi ini untuk coaching terkait kesiapan administrasi posko dan pembentukan struktur, seperti koordinator kecamatan, ketua, sekretaris, bendahara, hingga struktur di tingkat posko seperti koordinator desa dan perangkatnya,” kata dia.

Terkait program awal, mahasiswa dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada 9 April 2026 dan setelah itu langsung melakukan observasi.

“Mahasiswa akan melakukan observasi lapangan selama tiga hari sebagai tahap awal,” ujarnya.

Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang kemudian diseminarkan di tingkat desa.

“Hasil observasi akan diangkat menjadi rencana program kerja dan diseminarkan di tingkat desa,” kata Marno.

Ia menambahkan, jumlah program kerja tidak ditentukan secara baku, melainkan bergantung pada hasil observasi dan kesepakatan bersama masyarakat.

“Jumlah program tidak dibatasi, disesuaikan dengan hasil observasi dan kesepakatan dalam seminar desa,” ujarnya.

Marno berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa observasi secara optimal untuk mengidentifikasi permasalahan di masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa menemukan persoalan yang tepat sehingga program yang disusun bisa berjalan lancar dan bermanfaat,” kata dia. ***

Komentar