Tujuh Mahasiswa UMLB Tampil di Forum Ilmiah Internasional

Luwukpost.id -

Sebanyak tujuh mahasiswa dan tiga dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) mengikuti Seminar Internasional Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 secara daring, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA tersebut mengusung tema “Creative Public Futures: Content, Civic Engagement, and Digital Culture in Southeast Asia”. Tema ini membahas perkembangan komunikasi di era digital serta tantangan sosial di kawasan Asia Tenggara.

Jogjakarta Communication Conference merupakan forum akademik tahunan yang mempertemukan peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil riset di bidang ilmu komunikasi sekaligus mendorong publikasi ilmiah.

Dalam kegiatan tersebut, tujuh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UML berpartisipasi sebagai presenter dengan memaparkan hasil penelitian di berbagai bidang, mulai dari media digital, komunikasi publik, hingga strategi komunikasi sosial.

Adapun judul paper yang dipresentasikan, yakni:

Marketing Communication Strategies of Aa Collection Boutique to Boost Sales in Luwuk Subdistrict, Banggai Regency (Salsa Fadillah Sattu, Ken Amasita Saadjad, Kurniasari Khairunnisa)

Implementation of Community Relations as a CSR Strategy of PT Panca Amara Utama Banggai (Shela Divana Dewi, Suanti Tunggala)

Analysis of the Message in the Film “Cinta Tak Seindah Drama Korea” (Yulfa Nur Hidayah, Ken Amasita Saadjad)

Ethnographic Study of the Andio Tribe in Masama Sub-District (Hendrik M, Suanti Tunggala)

Message Analysis in the Film “Jodoh 3 Bujang” (Alfiani Dahnia, Ken Amasita Saadjad)

Representation of Moral Messages of Sacrifice by the Sandwich Generation in the Film “Home Sweet Loan” (Asriana Syamsudin, Ken Amasita Saadjad)

Dosen pendamping, dan selaku Wakil Dekan I bidang akademik dan kemahasiswaan fisip Suanti Tunggala, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas jaringan keilmuan serta implementasi dari kurikulum kampus berdampak dari hasil kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa.

“Melalui konferensi ini, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkesempatan berdiskusi dengan akademisi dari berbagai negara,” ujarnya.

Para mahasiswa juga menyampaikan kesan mereka selama mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani tampil di forum ilmiah.

“Kami ingin menyampaikan agar tidak takut mencoba dan keluar dari zona nyaman. Kesempatan seperti ini sangat berharga untuk mengembangkan diri, menambah relasi, dan membawa nama kampus ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Kurniasari Khairunnisa.

Hal senada disampaikan Salsa Fadillah Sattu yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman internasional baru serta meningkatkan kemampuan dalam menyusun karya ilmiah.

“Kegiatan ini memberikan saya pengalaman internasional yang baru dan membantu saya lebih terlatih dalam menyusun karya ilmiah. Menurut saya, ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Partisipasi mahasiswa UML dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian serta membawa nama kampus ke tingkat nasional maupun internasional. (*/ap)

Komentar