Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai mulai menyalurkan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) tahap I tahun anggaran 2026. Pendistribusian ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok di tingkat fasilitas kesehatan (Faskes) tetap terjaga.
Kepala DP2KBP3A Banggai, Helena Padeatu, mengonfirmasi selain kegiatan monitoring dan evaluasi (minev) juga turut dilakukan penyaluran perdana Alokon yang diawali pada wilayah Kecamatan Luwuk Timur, Masama dan Balantak.
“Kami melakukan pengantaran Alokon tahap satu tahun 2026 ke beberapa Faskes, yang diawali dari Puskesmas Hunduhon, Masama dan Balantak,” ujar Helena, Selasa (28/4/2026) usai melaksanakan giat.
Menurut Helena, jumlah dan jenis Alokon yang disalurkan ke setiap puskesmas telah disesuaikan dengan kebutuhan jumlah akseptor di wilayah masing-masing. Selain itu, tim distribusi juga mempertimbangkan sisa ketersediaan stok yang ada di setiap faskes guna menghindari kekosongan maupun penumpukan barang.
Adapun rincian logistik yang didistribusikan meliputi berbagai jenis kontrasepsi dan alat pendukung medis, di antaranya, yakni, Kontrasepsi Suntik berupa 100 paket suntik KB 3 bulan progestin dan 20 paket suntik KB 3 bulan kombinasi. Kemudian, 200 paket pil KB kombinasi dan 20 paket pil progestin. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 10 paket implant 1 batang dan 10 paket implant 2 batang. Lain-lain, 5 lusin kondom, serta berbagai alat pendukung seperti syringe, lidocain, sarung tangan steril, plester, dan povidone iodine.
Langkah jemput bola dalam pendistribusian ini diharapkan dapat memperlancar program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Banggai, sehingga masyarakat di pelosok desa dapat mengakses layanan kontrasepsi dengan mudah dan gratis melalui puskesmas setempat.
“Distribusi akan terus dilanjutkan ke faskes-faskes lainnya di wilayah Kabupaten Banggai secara bertahap agar pelayanan kepada akseptor tidak terkendala masalah stok,” pungkas Helena.(*/AP)

Komentar