Usaha Bubur Ayam di Tengah Pandemi

Luwukpost.id -

WAJAH pria yang khas dengan kacamata setengah riben dan kopiah ini pasti tidak asing lagi. Ia kerap hadir di sejumlah kegiatan, seperti pesta kawin, syukuran dan lainnya. Ustaz berkacamata ini dipercayakan membacakan doa dan membawa lantunan ayat suci Al Quran.

Taufik Basri, Harian Luwuk Post

IRWAN Djafar namanya. Setiap ada acara, namanya sering disebut-sebut oleh Master of Ceremony (MC). Suaranya yang khas dan murah senyum menjadi modal utama, sehingga banyak yang memilihnya untuk mengisi berbagai kegiatan.

Namun saat pandemi Covid-19 merebak sejak bulan Maret lalu, hampir semua kegiatan ditiadakan, alias dilarang oleh pihak berwajib. Ia pun turut merasakan dampak dari pandemi tersebut, karena tidak ada lagi pihak yang mengundangnya mengisi acara. “Awalnya saya ikuti anjuran untuk tetap di rumah, namun lama-lama jadi bosan juga. Apalagi saya kepala rumah tangga yang harus memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya saat ditemui Luwuk Post, Senin (31//8).

Olehnya, tanggal 27 Juli lalu, ia memberanikan diri, melakukan yang bisa dikerjakan dari rumah, yakni berjualan bubur ayam. “Buat bubur ini dibantu-bantu istri juga, karena ia punya kelebihan di sini, habis itu saja yang jual,” terangnya.

Ia pun bersyukur, rasa dari bubur yang dijualnya di depan Masjid Al Hikmah Kelurahan Soho laris manis, dan banyak dicari oleh warga.

“Alhamdulillah, sedikit-sedikit tapi bisa bantu kebutuhan sehari-sehari,” ungkapnya.

Jika nantinya semua kegiatan di luar kembali normal, baik pesta juga acara lain, dan  undangan mengisi acara berdatangan lagi, Irwan mengaku tetap akan berjualan bubur, namun tentunya akan dikelola oleh istrinya. “Nanti maitua (istri) yang ganti, karena tugas utama saya sebagai pelayan umat,” imbuhnya.

Menariknya, lapaknya itu jadi tempat menitipkan sedekah setiap Jumat dan hari-hari tertentu. Pelanggannya menitipkan dana untuk paket buryam dan menyerahkannya untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama untuk pengguna jalan dan warga di wilayah Soho dan Kaleke hingga panti asuhan. “Titipan donasi ada yang tetap dan ada yang sesekali. Ini sudah berlangsung dua bulan terakhir pada Jumat dan hari hari tertentu. “Semua berkat dukungan dan doa orang orang. Saya berterima kasih,” imbuhnya. (*)