
Selain itu, kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Muhammad Fadhlan itu juga memberikan teguran bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.
Fadhlan menyatakan, razia penggunaan masker bagi pengguna jalan ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat disiplin terhadap protokol kesehatan pencegahan corona virus disease 2019 (Covid-19).
“Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam memutus mata rantai pencegahan Covid-19,” kata Fadhlan.
Tidak hanya pendisiplinan, pihaknya juga membagikan masker dan memberikan imbauan tentang kamseltibcar lantas kepada pengguna pengguna jalan di tengah wabah Covid -19. “Ini kita lakukan dengan harapan masyarakat dapat mengerti bahwa keselamatan adalah nomor satu,” terang perwira tiga balak ini.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penindakan berupa tilang terhadap pengguna jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, seperti menggunakan ponsel, tidak menggunakan helm dan tidak memasang kaca spion.
“Ayo kita patuhi protokol kesehatan dan peraturan lalu lintas demi keselamatan kita bersama,” harapnya.
Razia masker juga dilakukan di Balantak. Kapolsek Balantak Iptu Muhammad Zulfikar bersama anggotanya melakukan penertiban penggunaan masker. Pendisiplinan itu dilakukan dengan memberi masker sembari mengedukasi masyarakat yang ditemui tidak mematuhi protokol kesehatan.
Zulfikar menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pendisiplinan dengan mengedepankan sikap humanis, membangun kepercayaan masyarakat agar imbauan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
“Kita ingin menggugah kesadaran dan berharap warga lebih patuh menaati protokol kesehatan Covid-19, demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama,” harap Zulfikar.
Update Data Covid-19
Kasus positif virus corona (Covid-19) per Rabu (2/10) mencapai 180.646 kasus. Sebanyak 129.971 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 7.616 orang meninggal. Berdasarkan data resmi Satgas Penanganan Covid-19, kasus Corona per hari ini bertambah 3.075 orang.
Sementara, jumlah orang yang sembuh bertambah 1.914 orang, dan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 111 orang.
Sehari sebelumnya, Selasa (1/9), kasus positif Virus Corona mencapai 177.571 kasus, dengan 128.057 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan 7.505 orang meninggal dunia.
Meski sudah ada ratusan ribu kasus, Presiden Joko Widodo menyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia masih relatif terkendali dibandingkan dengan negara lain.
“Di negara kita walaupun ada peningkatan di beberapa daerah, tapi kalau dibandingkan negara lain, posisi Indonesia masih relatif terkendali,” kata dia, dilansir CNNIndonesia, Selasa (1/9).
Namun, Jokowi mengingatkan angka kematian pasien Covid-19 atau case fatality rate di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata kematian global. Di Indonesia, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 4,2 persen pada Agustus 2020. Sementara, angka kematian global sebesar 3,36 persen.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir mengatakan masyarakat tidak perlu takut dinyatakan positif Covid-19. Sebab, tak semua yang terdampak memiliki gejala.
Kemenkes pun menilai tak perlu lagi ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena hanya akan memicu resesi ekonomi. (awi/lp/mel/arh/cnn indonesia)
