
Ketua Umum KONI Sulteng, Anwar Ponulele, mengatakan bantuan tersebut merupakan kepedulian dari Gubernur Sulawesi Tengah atas situasi saat ini.
“Apresiasi Gubernur Sulteng kita, sedikit membagikan suplemen ala kadarnya untuk atlet-atlet kita dan pelatih pelatih kita di Sulteng,” kata Anwar Ponulele. Pada penyerahan suplemen itu juga dihadiri Sekretaris KONI Sulteng Syafei Datupalinge, Kepala Sekretariat KONI Sulteng Edison Ardiles serta pelatih dan atlet cabang olahraga yang lolos PON di Papua.
Anwar mengatakan, meskipun PON di Papua ditunda tahun depan, namun tidak mengurangi kepedulian KONI Sulteng kepada atlet dan pelatih. Anwar berpesan kepada atlet dan pelatih cabor untuk tidak mengendorkan semangat latihan.
“Atlet dan pelatih harus semangat. Jangan bosan latihan pertama di rumah. Minimal 30 menit sehari. Paling bagus bisa dua kali atau tiga kali latihan,” kata Anwar.
Sebanyak 22 cabang olahraga di Sulteng lolos babak kualifikasi ke Pra PON. Kurang lebih 61 atlet yang akan bertanding. Tapi dari 22 cabang olahraga yang lolos, hanya 18 cabang olahraga yang bisa bertanding di PON. Pasalnya ada 10 cabang olahraga yang tak dipertandingkan dengan alasan kebijakan tuan rumah di Papua.
Dari 10 cabang olahraga tersebut, empat cabang olahraga dari Sulteng yaitu Balap sepeda, tenis meja, gateball dan petanque.
Empat cabang olahraga ini sekitar 30 atlet. Meskipun tidak dipertandingkan di PON Papua, 30 atlet ini tetap menerima suplemen dan uang transportasi.
PON di Papua sedianya dilaksanakan pada tahun 2020 ini ditunda sampai dengan Oktober 2021 karena Covid-19.
KONI Sulteng akan melaksanakan pemusatan latihan daerah yang menyesuaikan dengan pelaksanaan PON, tiga bulan sebelum PON. Oleh karenanya. Bagi cabang olahraga yang melaksanakan puslatda mandiri dipersilakan.
“Silakan cari sponsor tidak masalah. Dayung sudah buat puslatda mandiri, tidak bisa kita larang. Silakan,” kata Anwar. (bas)






