
Seorang warga Kecamatan Bokan Kepulauan meninggal di atas kapal laut yang melayani rute Banggai Laut-Luwuk. Masih “berseragam” kebun, La Ongke langsung menuju pelabuhan dan mengurus speed boat untuk membawa jenazah ke kampung halaman.
“Saya belum ganti baju waktu itu, hanya taruh parang di rumah dan pakai jaket, langsung ke sana,” katanya.
Itu hanya salah satu yang diupayakan oleh La Ongke. Pernah juga Anggota DPRD Banggai Laut dari Fraksi Demokrat itu, membawa warga dari Kecamatan Bokan Kepulauan yang harus dirujuk ke RSUD Banggai menggunakan speed boat sewaan.
Untuk menyewa speed boat tidak berbiaya murah. Sekali jalan hingga Pelabuhan Banggai, uang yang harus dikeluarkan sebanyak Rp2 juta. Biaya itu sulit dipenuhi warga kurang mampu, beruntung masih tersisa modal sosial.
Anggota DPRD setempat beberapa kali memfasilitasi warga yang kurang mampu untuk dirujuk di RSUD Banggai. Meskipun memang puskesmas di seluruh kecamatan telah memiliki fasilitas rawat inap, tetapi khusus penyakit tertentu tak cukup ditangani kelas puskesmas.
Pelayanan kesehatan dari sisi transportasi yang kurang memadai bukan cerita baru. Sekitar Juni 2019, Kepala SMP Negeri 2 Bangkurung harus diangkut menggunakan armada jenis jonson dari Desa Sasabobok menuju Pelabuhan Banggai pada pukul 23.00 Wita. Pasien dan pengantar diguyur hujan dan dihantam ombak.
Ketika tiba di UPT RSUD Banggai hanya mendapat perawatan selama satu minggu. Kemudian dirujuk lagi ke RSUD Luwuk dan akhirnya meninggal dunia. Dari Luwuk, Kabupaten Banggai, almarhum diantar menggunakan ketinting menuju Kecamatan Bangkurung untuk dikebumikan.
Informasi yang dihimpun Harian Luwuk Post, sebenarnya di Bokan Kepulauan terdapat ambulans laut. Armada itu dibeli ketika Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana masih dipimpin Ramli Nadjil. “Iya ada, saya lupa tahun berapa, 2017 akhir-akhir itu. Khusus Bokan,” tutur Ramli saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).
Ambulans laut berwujud speed boat itu bernama KM Maringki. Maringki adalah sebuah pulau berpenghuni di Kabupaten Banggai Laut, tepatnya di wilayah administratif Kecamatan Bangkurung. “Dari DAK (dana alokasi khusus),” tuturnya. (ali)





![SEKOLAH BELUM BUKA SEPI DARI KEGIATAN: SD Negeri Popisi di Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut sepi dari kegiatan belajar mengajar, akhir tahun 2020. Selama pandemi, siswa belajar dari rumah dengan cara guru memberikan tugas atau datang ke rumah siswa. Di SD Negeri Popisi tak semua siswa maupun orangtua memiliki ponsel. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/SEKOLAH-BELUM-BUKA.jpg)
