Santri RQ Al Madinah Laksanakan Tasyakuran Hataman

Luwukpost.id -

GELAR TASYAKURAN: Pengurus dan santri rumah Quran Al Madinah, mengabadikan moment disela-sela kegiatan tasyakuran, Sabtu (3/10). [Foto: Istimewa]
GELAR TASYAKURAN: Pengurus dan santri rumah Quran Al Madinah, mengabadikan moment disela-sela kegiatan tasyakuran, Sabtu (3/10). [Foto: Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST-Sebanyak 70 santri di Rumah Quran (RQ) Al Madinah, Jalan Ir Sukarno, Kelurahan Luwuk, melaksanakan tasyakuran hataman Al Quran, Sabtu (3/10).  Tasyakuran yang dilaksanakan pada pukul 16.00 Wita tersebut turut dihadiri oleh pengurus dan juga orang tua santri.

Seorang pengurus, Nurlela Panrelly mengatakan, pelaksanaan tasyakuran tersebut baru pertama kali dilaksanakan sejak diresmikannya Rumah Quran Al Madinah. “Kami mengadakan tasyakuran  hataman Qur’an yang pertama kalinya sejak didirikan kurang lebih satu tahun lalu,” tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan tasyakuran tersebut, bukan sekedar rasa bersyukur saja, tetapi sebagai bentuk apresiasi mereka kepada para santri yang cinta kepada Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan kumpulan firman-firman Allah yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. “Setiap santri yang hatam akan dibuat acara syukurannya sebagai bentuk apresiasi kepada santri yang telah menghatamkan Alquran dengan sungguh-sungguh,” terangnya.

Lela mengaku, dalam menghatamkan 70 santri yang kurang lebih setahun, para santri dibimbing oleh empat pengajar ustdaza yang merupakan keluaran pondok pesantren, sehingganya anak-anak santri betul semangat dalam belajar dan menuntut ilmu, demi masa depan yang lebih baik lagi. Selain itu masalah iuran tidak memberatkan, karena iuran tidak di tentukan, terserah kesanggupn dari orang tua santri.

“Program di rumah Qur’an adalah belajar tajwid, perbaiki bacaannya di mulai dari iqro sampai setor hafalan, alhamdulillah semua santri fokus belajar dan menghapal,” ungkapnya.

Adapun trik mudah dalam menghafal Alquran yakni pahami betul mulai dari pengenalan huruf Hijaiyah, kemudian tanda baca (harakat), kemudian mengenal bacaanya tajwidnya.

“Dan terakhir belajar sungguh-sungguh dan terpenting sebelum mulai belajar, santri di ajar adab bagaimana memperlakukan  al Qur’an,” jelasnya.

Seorang salah seorang santri, Illa mengapresiasi Rumah Quran Al Madinah karena sistem mengaji yang berbasis pondok posantren, sehingga bisa fokus dalam membaca Alquran. “Bukan hanya belajar tajwid alquran, tetapi juga membaca dan menghafal alquran,” akunya.

Disamping itu, Illa mengaku selama tidak hanya membaca Alquran saja, tetapi juga diajarkan do’a-do’a sehari-hari. Serta adap-adap keseharian yang di ajarkan di dalam islam, seperti adap makan dan adap minum, kemudian adap kepada orang tua dan adap lainnya. “Maka dari itu atas dasar inilah kami memilih untuk belajar mengaji di rumah Qur’an Al Madinah, dan yang lebih penting lagi sistem mengajarnya bersifat atas asas kekeluargaan,” akunya. (gom)