Empat Korban Belum Ditemukan

Luwukpost.id -

Sepekan setelah Kecelakaan Laut di Perairan Sonit

SEPERTI biasa, matahari tergelincir di arah Barat Pelabuhan Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Saban hari, kapal-kapal laut hilir mudik. Kuli panggul membongkar muatan kapal.

—

AKTIVITAS di Pelabuhan Banggai tak lagi ramai oleh masyarakat yang mencari tahu perahu motor cepat yang terbalik beratus-ratus mil nun jauh di perairan Desa Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut.

“Sudah tiba jam 15.00. Sekarang kami masih di pelabuhan bersama Kapolres (Bangkep),” jelas Kepala BPBD Kabupaten Banggai Laut, Mulyadi Mojang, Minggu (8/11) petang.

Mulyadi tiba di Pelabuhan Banggai dari lokasi kecelakaan laut dengan menumpangi KN SAR Bisma. Lalu menggelar pertemuan bersama Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Reja A. Simanjuntak, S.I.K, S.H.

Hadir dalam pertemuan itu juga para keluarga korban yang masih hilang. “Iya rapat. Kami juga mau rapat keluarga,” jelas Syarif Potabuga, saudara kandung Aziz Potabuga yang menjadi korban dan kini belum ditemukan.

“Tidak ada tanda-tanda,” imbuh Sekretaris Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran itu, sambil menggelengkan kepala.

Kepala BPBD Kabupaten Banggai Laut Mulyadi Mojang, mengatakan, pencarian tidak dihentikan total. “Sesuai regulasi, Basarnas kembali. Kita tetap, kepolisian tetap (mencari),” jelas dia seusai pertemuan.

KN SAR Bisma sekitar pukul 17.30 Wita Minggu sore, bertolak ke Luwuk, Kabupaten Banggai dari Pelabuhan Banggai Laut. Diperkirakan tiba di Teluk Lalong pukul 22.00 Wita. “Pencarian terbatas tetap,” katanya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga Minggu sore, tak ada yang ditemukan. Terakhir kali, BPBD Banggai Laut bersama nelayan menemukan kursi perahu motor cepat. “Iya tidak ada,” tuturnya.

Fatmawati dari Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, merilis, tim SAR gabungan telah melaksanakan operasi SAR hingga pukul 15.08. Namun, hasilnya masih nihil.

Armada yang digunakan dalam pencarian selama seminggu terakhir sejak kecelakaan laut itu pada Senin (2/11), yakni  KN SAR BISMA milik KPP PALU, 1 rubber boat Pos SAR Luwuk, 1 perahu motor cepat milik BPBD Banggai Laut, dan 1 rubber boat Pol. Airud Polda Sulteng serta dibantu perahu nelayan.

Dalam rilisnya, Fatmawati juga menyebutkan tim SAR gabungan telah menggelar pertemuan bersama keluarga korban dan unsur Muspida.  “Keluarga korban menerima hasil operasi SAR,” katanya.

Meski pencarian telah ditutup, tetapi  dilanjutkan dengan pemantauan seluruh unsur potensi SAR. “Dikembalikan ke satuan masing-masing,” tuturnya.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan perahu motor cepat di perairan Desa Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan terdapat 11 orang korban. Empat di antaranya selamat, 3 meninggal dunia, serta 4 orang masih hilang. Korban yang belum ditemukan itu yakni, anggota Polri masing-masing bernama Taqwa dan Ilham, lalu tim sukses Rusli Banun-Asgar B. Badalia atas nama Azis Potabuga, serta seorang lainnya bernama Robert Lakis. (ali)